NABIRE - Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave H. I. Muchaimin, S.T., M.Eng., menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Nabire sebagai lumbung pangan di tanah Papua. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada acara kunjungan kerja di SP1 Bumiraya, Senin (27/04/2026). 

Muchaimin menjelaskan bahwa melalui Inpres Nomor 2, pihaknya mendapatkan alokasi dana untuk Optimalisasi Lahan (Oplah) yang difokuskan di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika.

Di Kabupaten Mimika, BWS Papua telah menyelesaikan rehabilitasi irigasi di wilayah SP5 dan SP7. Sementara itu, untuk proyek di Distrik Yaro dan Lagari, pengerjaannya dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk melalui penunjukan langsung berdasarkan SK Menteri Pekerjaan Umum. Langkah ini diambil guna mempercepat kesiapan infrastruktur pengairan di wilayah-wilayah strategis tersebut tanpa melalui proses tender konvensional.

Fokus utama pembangunan di Kabupaten Nabire saat ini diarahkan pada Daerah Irigasi (DI) Kalibumi yang memiliki luas baku mencapai 6.400 hektare. 

Muchaimin mengungkapkan fakta menarik bahwa area sekitar Bandara baru merupakan bagian dari sistem irigasi ini. Wisatawan atau penumpang yang keluar dari Bandara dipastikan akan melewati saluran sekunder, yang sebenarnya dirancang sebagai area persawahan produktif di masa depan.

Salah satu agenda krusial pada tahun anggaran 2025 adalah pembangunan saluran tersier di wilayah Bumi Raya. Pembangunan ini sangat penting karena menurut regulasi teknis, pengambilan air untuk mengairi sawah tidak diperbolehkan langsung dari saluran sekunder. 

Saluran tersier berfungsi sebagai jembatan yang mengalirkan air tepat ke petak-petak sawah milik petani agar distribusi air lebih merata dan teratur.

Dalam pelaksanaannya, BWS Papua menerapkan tiga skenario swakelola yang melibatkan berbagai pihak. Skenario pertama (Tipe 1) dikerjakan langsung oleh pihak BWS, skenario kedua (Tipe 2) merupakan hasil kolaborasi dengan Kodam XVII/Cenderawasih (TNI AD) dan skenario ketiga melibatkan partisipasi aktif dari kelompok tani setempat melalui skema swakelola masyarakat.

Muchaimin memberikan apresiasi yang mengejutkan terkait efektivitas kerja di lapangan. Ia mengakui bahwa hasil pengerjaan kelompok tani justru menempati urutan pertama dalam hal kecepatan dan kualitas, bahkan mengungguli progres dari pihak BWS sendiri maupun TNI. Para petani terbukti mampu melakukan pengecoran dengan tulangan secara mandiri, yang menunjukkan potensi besar jika mereka dibimbing dengan tepat.

Keberhasilan keterlibatan petani ini menjadi bukti bahwa masyarakat lokal memiliki kemampuan teknis yang mumpuni dalam membangun infrastruktur di lingkungannya sendiri. 

“Ternyata petani kalau kita bimbing dan kita dorong, hasilnya luar biasa. Ini memberikan semangat bagi kami untuk terus membuka lahan-lahan baru bagi sektor pertanian di Nabire,” ungkap Muchaimin di hadapan Wakil Bupati Nabire dan tamu undangan.

Target jangka panjang dari proyek ini adalah pembukaan area cetak sawah baru di titik-titik yang selama ini belum terjamah. BWS Papua telah menyiapkan saluran-saluran pendukung agar para petani dari dinas pertanian dapat langsung bekerja. Optimisme ini didasarkan pada ketersediaan sumber air dari Sungai Kalibumi yang sangat kuat dan stabil sepanjang tahun, meski airnya cenderung berwarna kecokelatan.

Muchaimin juga menyampaikan terima kasih atas dukungan politik dan pendanaan dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw. Melalui dana Inpres yang diperjuangkan, diharapkan program ini dapat berlanjut secara berkelanjutan hingga tahun anggaran 2026. Kehadiran infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memotivasi petani untuk meningkatkan produksi padi secara signifikan.

Menutup sambutannya, Muchaimin berharap pemandangan hijau persawahan akan segera mendominasi wilayah Nabire sebagaimana kejayaannya di era 90an dan awal 2.000an. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI dan masyarakat, visi menjadikan Nabire sebagai pilar ketahanan pangan di Provinsi Papua Tengah diyakini akan segera menjadi kenyataan dalam waktu dekat. (amd)