NABIRE - Calon Aggota Legislatif dari Partai Nasdem Nomor Urut 8 Dapil 1 Kabupaten Deiyai, Barnabas Pekei meminta kepada Ketua KPU Kabupaten Deiyai dan Kedua Ketua DPC Partai Nasdem dan Gerindra untuk segera menuntaskan permasalahan hasil perolehan suara hasil Pileg 2014 yang lalu sebelum pelatintikkan Anggora DPRD Kabupaten Deiyai. Bahkan disamping Barnabas Pekei dari Partai Nasdem, tuntutan penuntasan permasalahan perolehan suara hasil Pileg 2014 lalu juga diminta oleh Frans Mote Caleg dari Partai Gerindra.Menurut Barnabas Pekei, tuntutan dari kedua partai yakni dari Partai Nasdem atas nama Barnabas Pekei dan Partai Gerindra atas nama Frans Mote, pasalnya mulai rekapan suara sampai penetapan kursi DPRD Kabupaten Deiyai bermasalah.Kedua calon (Mote dan Pekei) tersebut meraih suara lebih dari pencalonan lain (Mote punya sebanyak 832 suara) dan (Pekei punya sebanyak 1065 suara) tetapi kedua Caleg punya suara diduga telah dialihkan kepada Jhon Adii dan Dainel Adii, oleh KPU Deiyai.“Padahal KPU Deiyai menggunakan nilai rengking suara.  Sebelumnya, ketua KPU Deiyai memutuskan bahwa sebelum menetapkan kursi dari masing-masing Partai, harus adakan rapat internal partai sesuai AD/ART partai tetapi kedua partai tersebut tidak dapat diundang kepada semua pencalonan oleh kedua ketua DPC Partai tersebut,” tuturnya.Menurut Barnabas Pekei, ditengah proses kedua Caleg punya suara, ada dugaan bahwa Ketua Partai Nasdem Jhon Adii, S.Hut dan Ketua Partai Gerindra Dainel Adii pernah membayarkan uang Rp. 3 milliar dan 2 unit mobil kepada KPU Deiyai. Sehingga hal ini dapat diketahui oleh salah satu anggota KPU Deiyai.Setelah mengetahui keberadaan suara maka Caleg Barnabas Pekei mengambil tindakan untuk bakar 2 unit motor miliknya Jhon Adii dan motornya milik Ketua KPU deiyai di rumahnya di Nabire. Sedangkan Caleg Frans Mote mengambil 1 unit motor milik Ketua Pokja KPU Deiyai (Kristina Adii) di rumahnya di Nabire sebagai jaminan. Ditengah proses terjadinya masalah kebakaran motor tersebut, salah seorang oknum pejabat Kabupaten Deiyai, YM, menodong pisau kepada Caleg Barnabas Pekei, di halaman Kantor Polres Nabire.Dikatakanya, proses tuntutan masih berlanjut. Jika tidak diindahkan tuntutan ini, kata dia, akan ada aksi yang lebih lagi kepada Ketua Partai dan Ketua KPU Deiyai. Karena semua permainan yang dilakukan selama ini, tidak sesuai dengan aturan negara maupun aturan adat dan budaya.“Persoalan ini kita akan bicara dari meja adat. Jika tidak mau selesaikan secara meja adat maka kita akan lakukan aksi brutal (Mee Wagii). Untuk mengantisipasikan hal-hal yang tidak diinginkan kepada semua pihak maka mesti diklarifikasi persoalan secara detail agar tidak terulang lagi dan tidak akan terjadi semua sikap emosional,” pungkasnya. (ist)