NABIRE – Kini tinggal menungu surat pernyataan tanggap bencana yang dikeluarkan oleh Bupati Kabupaten Nabire dan juga Gubernur Provinsi Papua Tengah, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap mengeksekusi pembangunan Jembatan Kali Siriwini Bawah yang rusak akibat gempa bumi pada 19 September 2025 lalu.

Untuk itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah, Ir. Yulianus Manuel Mambrasar, S.ST., M.Si.ST, ditemui Papuapos Nabire, Kamis (9/10/25), di ruang kerjanya mengatakan, selaku dinas teknis tidak bisa mengambil langkah sebelum ada perintah atau petunjuk dari pimpinan daerah, yakni Bupati Nabire dan Gubernur Provinsi Papua Tengah.

Sebab dasar dari pelaksanaan kegiatan tanggap gawat atau darurat ialah surat pengantar kondisi kahar / kebencanaan / kegempaan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun bupati dan ini semua melalui intervensi dari lembaga kehormatan DPRK Kabupaten Nabire maupun DPRP Provinsi Papua Tengah.

Karena jalan maupun jembatan merupakan salah satu sarana infratruktur yang vital, sehingga Dinas PUPR Papua Tengah tidak akan tinggal diam, tetapi akan berupaya agar jembatan Siriwini bawah yang rusak akibat gempa bumi dapat segera dibangun kembali agar masyarakat tidak harus putar lagi di ruas jalan poros Nabire Samabusa.

Jembatan Siriwini merupakan sarana vital yang segera dibangun kembali, karena itu merupakan akses cepat bagi anak-anak sekolah, pihak kesehatan dan juga bagi masyarakat petani dan nelayan, sehingga dinas PUPR tinggal menunggu komando dari dua surat tersebut.

“Kita pun harus ingat ini jelang akhir tahun 2025 yang tinggal satu bulan lagi memasuki Desember, di mana jembatan Siriwini bawah sangat penting untuk direhap /diperbaiki secepatnya agar akses untuk menyambut dan merayakan Natal hingga memasuki tahun baru tidak mengalami hambatan,” tandasnya.(des)