Tukang Ojek Nyaris Jadi Korban Penembakan ?
JAYAPURA - Kelompok bersenjata kembali berulang di Paniai. Kali ini seorang tukang ojek bernama Hendra (30) warga Pasar Enarotali, nyaris jadi korban penembakan, saat mengantar penumpang yang diduga anak buah JY di Kampung Uwibutu, Kabupaten Paniai. Beruntung aksi pelaku
Bagikan
JAYAPURA - Kelompok bersenjata kembali berulang di Paniai. Kali ini seorang tukang ojek bernama Hendra (30) warga Pasar Enarotali, nyaris jadi korban penembakan, saat mengantar penumpang yang diduga anak buah JY di Kampung Uwibutu, Kabupaten Paniai.
Beruntung aksi pelaku yang diketahui membawa senjata api laras pendek berhasil digagalkan oleh korban, yang saat itu curiga dengan gelagat penumpangnya. Bahkan korban sempat berkelahi dengan orang tesebut, sebelum rekan-rekan pelaku yang juga membawa senjata laras panjang mendatangi lokasi perkelahian.Dari informasi sumber terpercaya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIT. Awalnya, Hendra hendak mengantar pelaku dari Pasar Enarotali menuju Kampung Uwibutu yang berjarak kurang lebih 1 kilometer. Hendra juga mengaku tak menaruh curiga, hingga sampai di Kampung Uwibutu.Namun, sesampainya di Kampong Uwibutu, pelaku meminta Hendra untuk masuk lagi ke arah gereja. Karena dianggap rawan, Hendra menolak dan kemudian memutar sepeda motor melewati pelaku. Kaget, tiba-tiba pelaku menodongkan pistol kearah Hendra, sontak langsung ditepis dan terjadi perkelahian dan mengakibatkan pistol terjatuh ke tanah.Seketika itu, 5 orang warga dari arah belakang lari menuju Hendra sambil membawa senjata laras panjang. Sadar, keselamatannya terancam, Hendra bergegas meninggalkan lokasi dan langsung melaporkan kepada pihak keamanan. ”Setelah menerima laporan, tepatnya 10 menit kemudian, aparat langsung menuju lokasi untuk menyisir daerah tersebut, namun kelompok itu sudah lari ke hutan,” kata sumber tersebut.Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi I Gede Sumerta Jaya, Sik saat dikonfirmasi Pasific post mengklaim belum menerima laporan peristiwa itu. ”Saya belum terima laporannya, saya harap rekan-rekan bersabar,” katanya, Kamis (28/2) malam. (Syaiful)
Bagikan artikel ini



