Tugas TNI Dukung Pemda dan Kepolisian Sukseskan Pemilu
NABIRE - Tinggal kurang dari 1 bulan Pemilihan Umum Legislatif akan dilaksanakan. Bila dihitung mulai hari ini, hari-H pencoblosan tinggal 22 hari lagi. Tugas TNI AD dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kepolisian untuk menyukseskann
Bagikan
NABIRE - Tinggal kurang dari 1 bulan Pemilihan Umum Legislatif akan dilaksanakan. Bila dihitung mulai hari ini, hari-H pencoblosan tinggal 22 hari lagi. Tugas TNI AD dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kepolisian untuk menyukseskannya.
Hal ini dikatakan Perwira Ahli Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Agus Hermawan, dalam acara Komunikasi Sosial (Komsos) sekaligus sosialisasi Pemilu 9 April 2014 kerja bareng KPU Nabire dan Kodim 1705/Paniai beberapa hari yang lalu. Sebagaimana yang disampaikan Ketua KPU Nabire, Dandim 1705/Paniai dan Kapolres dan Dandim, terkait situasi di Kabupaten Nabire, Agus Hermawan menyampaikan situasi terkini yang lebih luas yakni di Papua menjelang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 9 April 2014.Komunikasi Sosial (Komsos) yang menjadi program TNI-AD, dengan komponen masyarakat termasuk dengan keluarga besar TNI mempunyai manfaat yang sangat baik bagi masyarakat untuk mengetahui situasi dan kondisi terkini, sekaligus mewaspadai ancaman-ancaman yang mungkin terjadi.“Beberapa hari lagi kita akan melaksanakan Pileg yakni pada 9 April 2014, tentunya kita semua berharap Pemilu Legislatif ini berjalan dengan baik, aman, damai, namun juga kita harus waspada terhadap ancaman-ancaman yang mungkn timbul, oleh karenanya Kodam dalam hal ini mempunyai tugas untuk mendukung Pemerintah Daerah dan Kepolisian guna menyukseskan Pemilu,” ungkapnya.Secara garis besar kondisi Papua saat ini, bahwa kehiduan berbangsa dan bernegara di Papua dan Papua Barat berjalan normal.Adapaun didaerah tertentu seperti Enarotali dan Puncak mungkin sebulan sekali ada peristiwa kriminal yang gaungnya kemana-mana itu hanya kecil dan dinamika saja.“Secara umum situasi dan kondisi di Papua dan Papua Barat kondusif, peristiwa yang terjadi didaerah-daerah kecil itu merupakan dinamika,” ujarnya.Kolonel Agus Hermawan mengakui bahwa Otsus suka tidak suka ada ketidakberhasilan, namun banyak sekali perubahan-perubahan kearah kemajuan setelah Otsus masuk Papua.Dibidang pendidikan,buta aksara sudah jauh berkurang, ada keterlibatan baik dari TNI maupun Polri yang diajak untuk memberikan pengetahuanya mengajar didaerah-daerah terpencil sehingga masyarakat didaerah-daerah pelosok sudah mulai pintar melalui program yang telah dilaksanakan oleh TNI-AD.“Kodam XVII menyiapkan tenaga pengajar/guru, dengan penataran lebih dahulu kemudian mengajar didaerah pedalaman,” katanya.Dibidang kesehatan sudah semakin meningkat dengan program BPJS.Suka atau tidak suka hasilnya sudah mengalami peningkatan termasuk di Puncak Jaya.“Di Puncak Jaya, saat laksanakan operasi territorial, kita buat percontohan beternak, periakanan dan berkebun dan hasilnya sudah mulai kelihatan, walaupun banyak kendala yang dihadapi,” ungkapnya.Kodam XVII juga diminta oleh UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat) untuk membuka infrastruktur pembuatan jalan sepanjang hampir 1.000 Km di 14 ruas jalan termasuk di Nabire 2 ruas.“Kita membuat rintisan membuka jalan, intinya agar daerah-daerah terisolir terbuka sehingga perekonomian dapat berjalan dengan demikian masyarakatnya akan berubah.Ini langkah-langkah nyata yang telah Kodam XVII/Cenderwasih laksanakan guna membantu masyarakat,” tuturnya.Diakui Agus, bahwa masih ada kelompok separatis yang melakukan gangguan bahkan ambulan yang membawa orang sakitpun diserang seperti kejadian di Tinggi Nambut, kelompok bersenjata sering meneror warga masyarakat yang intinya meminta bahan makanan.“Itu kegiatan mereka kelompok separatis, namun kita tidak tidak menempatkan mereka sebagai musuh, kita selalu mengedepankan ajakan secara presuasif. Dibeberapa tempat sudah mulai mungkin karena capai, usia tua, mereka sudah mulai jenuh dan kita berharap kedepan semakin banyak yang turun sehingga semakin aman dengan demikian semakin maju, tidak ada lagi investor yang takut untuk menanamkan modalnya di Papua, guru-guru yang tadinya takut mengajar mau mengajar,” tuturnya.Terkait Pemilu, menurut Agus, perlu kepekaan, dari kondisi social masyarakat dalam rangka menghadapi Pemilu 2014, membangun komunikasi dan kordinasi antara komponen masyarakat secara terus menerus agar terhindar dari konflik, karena bila terjadi konflik yang rugi adalah masyarakat.“Apa yang sudah kita sepakati dipertemuan ini harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh, bertanggungjawab dalam menyukseskan Pemilu 2014,” pintanya.“Jadilah penyelenggara Pemilu yang netral dan bertanggungjawab apabila kita dilibatkan. Jangan menjadi Golput, karena satu suara sangat menentukan masa depan bangsa ini,” pungkasnya. “Apa yang dilaksanakan dan disampaikan Kodam XVII/Cenderawasih, intinya agar tercipta kondisi menjelang Pemilu 9 April 2014, sehingga diharapkanPemilu 2014 berjalan aman, damai dan kondusif dan terjadisuksesi kepemimpinan dengan harapan kedepan akan lebih baik, Tanah Papua menjadi Tanah Damai,” ungkapnya. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



