Tresya Tebay Siap Jadi Teladan dan Perjuangkan Hak Anak

NABIRE - Ketua Forum Anak Nabire, Tresya Tebay, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas amanah kepemimpinan yang ia emban. Tresya, yang merupakan Jemaat Gereja Kemah Injil Kingmi di Tanah Papua (GKI-Kingmi) Jemaat Yerusalem, Jalan Jayanti, Perum Pemda Nabire, berkomitmen untuk menjadikan posisinya sebagai teladan bagi teman-teman sebayanya di Provinsi Papua Tengah.
Berbicara usai memberikan keterangan kepada awak media di Aula RRI, pada Rabu (03/12/2025), Tresya mengungkapkan perasaannya. "Perasaan saya menjadi ketua saya sangat senang dan hal ini bisa menjadi teladan atau yang baik untuk dipelajari pada teman-teman seumuran saya," ujarnya dengan semangat.
Ia melihat peran kepemimpinan ini sebagai kesempatan berharga untuk memberikan dampak positif.
Tambahnya, rasa bangga dan syukurnya bukan datang dari kebolehan pribadi, melainkan karena kasih Tuhan. "Perasaan saya setelah menjadi ketua saya merasa sangat bangga dan merasa bersyukur kepada Tuhan karena kasih Tuhan saat ini menjadi ketua dan ini bukan karena kebolehan saya," kata Tresya merendah.

Lebih lanjut, siswi muda Papua ini berharap pengalamannya dapat memotivasi kaum muda lainnya. Ia ingin mendorong teman-teman sebayanya agar memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam kepemimpinan. "Hal ini juga bisa menjadi teladan buat teman-teman seumuran saya agar ke depannya teman-teman bisa beranikan diri dan menjadi pemimpin yang baik bagi bangsa dan negara," tegasnya.
Mengenai program kerja ke depan, Tresya bersama forum anak akan fokus pada pembentukan karakter dan advokasi. Salah satu agenda utamanya adalah mengadakan kegiatan rutin saat libur sekolah, yang menggabungkan sosialisasi dan sesi berbagi (sharing) antar anggota.
"Untuk program ke depannya adalah membentuk karakter anak seperti mengadakan sosialisasi terus sharing antar anggota yang diadakan pada waktu saat libur," jelasnya.
Kegiatan ini dirancang untuk membahas isu-isu krusial yang dihadapi anak-anak di Nabire dan sekitarnya. "Agar nanti kita membahas kasus-kasus pelanggaran anak atau ketidakadilan pada anak, lalu kita pertimbangkan dan kita menyuarakan kepada dinas terkait pemerintah lebih khususnya," tutup Tresya, menunjukkan keseriusan Forum Anak dalam menyuarakan hak-hak dan perlindungan anak kepada pihak berwenang di Papua Tengah.(sam)
Bagikan artikel ini



