Trauma dan Kekhawatiran di Intan Jaya Bisa Diakhiri Berkat Tuhan
SUGAPA – Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS, M.Si, mengatakan, sejak tahun 2019 sampai tahun ini, kabupaten yang dipimpinnya dihanta
SUGAPA – Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS, M.Si, mengatakan, sejak tahun 2019 sampai tahun ini, kabupaten yang dipimpinnya dihantam oleh berbagai kejadian. Masyarakat mengalami trauma gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tehadap pembangunan daerah ini.
“Traumatisme dan kekhawatiran hidup yang kita alami, semuanya dapat kita akhiri di akhir tahun ini. Karena berkat Tuhan melalui semua dukungan dari semua pihak,” kata Bupati Natalis saat memberikan arahan kepada para ASN di lingkup Pemkab Intan Jaya, belum lama ini di Kota Sugapa.
Untuk itu terlebih khusus lagi dirinya hendak menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh pasukan TNI/Polri yang begitu membantu sinergis dan merangkul pemerintahan dan juga dengan seluruh stakeholder yang ada di Intan Jaya.
“Baik itu pihak gereja, lembaga–lembaga social, lembaga kemasyarakatan, para kepala suku, kepala kampung dan juga para ASN. Selain itu juga melakukan komunikasi–komunikasi dengan saudara–saudara kita yang masih berseberangan dengan kita,” tuturnya.
Momen peringatan 17 Agustus yang baru saja dilewati belum lama ini bisa dilaksanakan. Walaupun dengan minimalis namun penuh dengan hikmat.
Punishment Kepada ASN
Selain itu juga lebih kepada ASN. Dengan semakin kondusifnya keamanan wilayah ini, tidak ada alasan lagi kepada ASN untuk mengatakan tinggal di Nabire atau di tempat lain.
“Harapan dan himbauan dan juga peringatan kami supaya mulai dari besok, nantinya bupati, wakil bupati dan Sekda akan menekan para pimpinan OPD. Selanjutnya pimpinan OPD akan menekan kepala bidang dan juga sekertaris dan seterusnya sampai ke bawah,” tukasnya.
Itu berarti keaktifan, evaluasi, kontrol dan juga pengawasan silahkan dilakukan dengan setiap tahapan atau level kepemimpinan anda dengan dirinya sebagai Bupati.
“Mulai dari absen, pembayaran gaji, PTT, ULP dan lainnya. Termasuk kenaikan pangkat,” ucapnya.
Harapan supaya hal-hal yang bisa dapat mengatur, mengendalikan, mengkoordinasikan, mengawasi seluruh Pegawai Negeri Sipil yang kerja di lingkup Pemkab Intan Jaya segera ditetapkan dan segera dilakukan. Termasuk tindakan–tindakan punishment atau hukuman itu segera dilakukan mulai dari sekarang.
“Jangan tidak. Ah bupati biasa–biasa saja. Nanti ngomong ini, besok berubah. Tidak. Sekarang tidak,” tegasnya.
Selain itu juga kantor–kantor yang diaktifkan. Absensi–absensi dilakukan oleh pimpinan OPD sampai ke bawah.
“Saya liat ada beberapa staf atau pegawai pintar sekali cari bupati untuk minta jabatan promosi–promosi. Minta–minta kayak minta gula–gula. Padahal kerja juga belum tentu baik. Itu tidak boleh terjadi,” katanya. (ist)
Bagikan artikel ini



