TPS dan TPA 17 Tahun Belum Ada di Dogiyai

DOGIYAI – Usia Kabupaten Dogiyai menginjak tujuh belas tahun, berpisah dari kabupaten induk, Nabire Propinsi Papua Tengah, namun hingga kini belum ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
Hal ini menyebabkan, ada tiga tumpukan sampah besar sekali di terminal dan dekat Bandara Moanemani, yang keseluruhan belum juga diangkut alias masih dibiarkan ada. Demikian dikatakan Amos Waine, S.Pak, salah satu pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dogiyai ketika bertemu wartawan media ini di kantornya, di Moanemani beberapa waktu lalu.
Kepala Seksi Pertahanan Kota Moanemani ini menyebutkan, untuk Moanemani bersih pihaknya sudah pengadaan truk sampah, cuma tempat pembuangan akhir belum ditentukan pemerintah. Oleh sebab itu, masih saja ada tumpuhkan sampah di tengah kota.
Lanjutnya, agenda besar pemuda Kamapi (Kamu dan Mapia) pada 26 Juni 2026 nanti, tidak boleh ada kesan buruk adanya tumpukan sampah di tengah kota. Pihak warga, gereja dan pemuda moanemani serius membersihkan sekitar lokasi kegiatan. Lingkungan kantor Dekanat Kamu Mapia, lingkungan sekitar Gereja Imagulata Moanemani ini, hendaknya pemerintah ikut bertangung jawab terutama kebersiaan kota.
Kegiatan sembilan pemuda paroki yang akan dibuka Uskup Keuskupan Timika ini juga didukung gagasan ibu–ibu pembersih dengan, intilah Dogiyai berbunga itu menjadi langkah baik menuju Dogiyai bersih. (don)
Bagikan artikel ini



