TP-PKK Dogiyai Latih Kader dan Ibu Hamil Olah MP-ASI Bergizi dari Pangan Dogiyai

DOGIYAI – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Dogiyai menegaskan komitmennya dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal. TP-PKK menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Makanan Bergizi Pendamping ASI (MP-ASI) dari Bahan Pangan Lokal bagi Kader Posyandu dan Ibu Hamil.Kegiatan ini dilaksanakan di Moanemani, Kabupaten Dogiyai, pada Kamis, (13/11/2025).
Acara ini diinisiasi oleh Ketua Pokja III TP-PKK Kabupaten Dogiyai, Ibu Yulita Tigi, beserta jajarannya yang membidangi Pangan, Sandang, dan Tata Laksana. Pembukaan resmi dilakukan oleh Sekretaris TP-PKK, Ibu Adolvina Tebai, mewakili Ketua TP-PKK Dogiyai, Ny. Maria Ferderika Keiya Tebai.

Pelatihan ini diikuti oleh total 50 peserta, yang terdiri dari 25 kader Posyandu dan 25 ibu hamil dari berbagai wilayah di Dogiyai.
Dalam sambutan Ketua TP-PKK yang dibacakan, Ibu Adolvina Tebai menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen TP-PKK dalam mendukung program nasional pencegahan stunting dan sejalan dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai.
"Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti ubi, keladi, jagung, ikan, dan sayur-sayuran. Bahan-bahan ini, jika diolah dengan baik, dapat menjadi sumber gizi yang luar biasa bagi anak-anak dan ibu hamil," ujarnya.
Peserta pelatihan mendapatkan bimbingan langsung mengenai cara pengolahan bahan pangan lokal menjadi MP-ASI yang bergizi seimbang, aman, dan higienis. Selain workshop praktik memasak, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.

Ibu Adolvina Tebai berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara luas. "Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader dan ibu hamil memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang dapat ditularkan di lingkungan masing-masing. Mari kita bersama-sama berperan aktif membangun generasi Dogiyai yang sehat, cerdas, dan bebas stunting menuju Dogiyai Dou Enaa (Dogiyai yang lebih baik)," tutupnya.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, dengan harapan angka stunting di Kabupaten Dogiyai dapat terus menurun.(pal/you)
Bagikan artikel ini



