Tokoh Muda dari Intan Jaya Nahkodai KONI Papua Tengah

NABIRE - Pucuk pada umumnya di kalangan masyarakat di Tanah Papua adalah penyebutan kepada orang muda. Sebutan itu layak disematkan kepada Yosua Tipagau, pria berusia 32 tahun, asal Kabupaten Intan Jaya, kini resmi menahkodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah priode tahun 2025-2029.
Yosua resmi terpilih melalui aklamsi setelah mengantongi rekomendasi dukungan tunggal dari KONI 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah dan ditetapkan melalui sidang Musprov pertama yang dilaksanakan di Auditorium RRI Nabire, Sabtu (28/6/25).
Pada acara menutupan, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam sambutanya, mengapresiasi soliditas seluruh peserta Musorprov yang berjalan demokratis dan penuh kekeluargaan.
“Musprov perdana ini terlaksana dalam sengat solidaritas dan berjalan demokratis dan penuh rasa kekeluargaan. Ini luar biasa dan awal yang baik untuk kedepan yang lebih baik,” tuturnya.
Yosua Tipagau sebagai Ketua KONI, menurut Meki, adalah bagian dari proses kadernisasi dan peremajaan kepemimpinan di Papua Tengah. Agar anak muda mempunyai kesempatan untuk mendidik diri dan melatih diri melalui wadah yang tersedia.
“Kita memberi ruang bagi anak-anak muda untuk tampil. Ini saatnya pengkaderan, peremajaan untuk regenerasi. Saatnya anak-anak muda bangkit, dapat kesempatan, baru kita bisa pintar bicara, pintar pimpin. Kalau tidak dapat ruang, kita tertekan terus. Jadi, semua peluang ini kita buka bersama,” tutur Meki.
Meki menyatakan komitmenya untuk mendorong pembinaan olahraga berbasis anak-anak daerah. “Kita harus rapikan semua, APINDO, KADIN, KONI dan lain-lain itulah arti otonomi khusus sebenar-benar terwujud di sini. Kita harus jadi tuan di atas tanah kita sendiri,” optimisnya.
Meki menegaskan, KONI Papua Tengah kedepan tidak lagi bergantung kepada atlet dari luar daerah, melainkan membangun kekuatan dari anak-anak lokal.
“Kita tidak butuh atlet hebat dari luar untuk kontrak di Papua Tengah, dari kita dulu. Kalau gagal di 2028, kita perbaiki, dan belajar dari kegagalan. Saya pernah alami di Papua, orang bawa atlet hebat dari Jakarta, emasnya balik ke sana, uang kita habis, kita dapat apa? Jadi cukup kita berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.
Dikatakan Meki, pihaknya mendukung penuh kepemimpinan Yosua Tipagau, termasuk rencana membangun kantor KONI Papua Tengah sebagai simbol harga diri.
“Semua orang meragukan Yosua masih muda, tapi saya yakin, besok kita bangun kantor KONI Papua Tengah, letak batu pertama, baru kita bicara. Saya akan backup 100 persen, tapi jangan minta lebih-lebih, fokus kita majukan Papua Tengah,” kata Meki.
Untuk memajukan pembangunan di bidang olahraga sangatlah berat, dan tak semudah membolak balik telapak tangan, sehingga Meki Nawipa meminta agar seluruh elemen di Papua Tengah saling bahu membahu dalam memajukan olahraga melalui KONI Papua Tengah.
“Tanpa membeda-bedakan suku, asal daerah, atau status, mari sama-sama membesarkan KONI. Semua anak bangsa yang ada di sini harus dilibatkan. Tidak boleh ada perpecahan karena uang, karena jabatan. Persatuan dan kesatuan yang akan bawa kita juara. Selama ini orang Papua sering miskin karena kita percaya orang luar, kita saling provokasi, akhirnya kita ribut, kita tidak maju,” beber Meki. (media online humas)
Bagikan artikel ini



