DEIYAI - Tokoh Intelek Muda Deiyai, Yance Mote, membantu beras 1ton untuk keluarga korban pertikaian antar suku akibat persoalan tapal batas di Kapiraya.

Bantuan beras 1 ton, dari politikus muda Partai Golkar itu, sebagai bentuk uluran tangan kepedulian sesama dan membagi kasih kepada warga korban di Kapiraya, Deiyai Provinsi Papua Tengah

Yance Mote mengajak, kepada para pemuda gereja, baik dari Gereja GKI Kingmi, Pemuda Katolik dan pemuda lainnya, sebagai anak Tuhan dapat berpartisipasi bersama menyikapi persoalan yang telah menelan korban akibat saling mengklaim tapal batas wilayah Mimika - Deiyai di Kapiraya.

Dengan mengedepan cinta damai, bersama-sama mencari solusi penyelesaian bersama yang terbaik dengan hati yang damai, cinta damai.

"Sesuai Firman Tuhan bahwa, ‘Berbahagialah mereka yang membawa damai karena merekalah disebut anak-anak Allah’. Saya berharap kepada para tokoh pemuda dari gereja, kita semua menyikapi kondisi tapal batas ini dengan serius dengan cintai damai," kata Yance Motamoye.

Yance yang juga sebagai salah satu Tokoh Pemuda Gereja Betel, mengharapkan kepada pemerintah daerah, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Mimika dan Pemda Provinsi Papua Tengah, bersama masyarakat adat dari dapat segera menyikapi secara serius untuk mencari solusi penyelesaian yang terbaik bersama masyarakat adat, sebagai pemilik hak ulayat wilayah perbatasan.

Yance menambahkan, persoalan tapal batas di Kapiraya, jika terjadi akibat boncengan perusahan illegal, maka dirinya memastikan, tidak akan dapat porsi yang inginkan. Karena telah mengorbankan nyawa orang, pemilik hak ulayat di wilayah. 

Dia juga mengharapkan, melalui bantuan ini, biarlah dapat terbantu dalam kondisi yang trauma dan pengungsian warga korban di Kapiraya.(hbb)