NABIRE - Pembangunan Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Rehobot di Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, yang menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130, kini mencapai progres 65 persen, Selasa (13/10/2026).

Pembangunan tersebut mendapat dukungan dari Satgas TMMD, pemerintah daerah, pemerintah distrik serta masyarakat setempat. Program ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan fasilitas ibadah yang layak sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Kepala Distrik Wanggar, Elias Magai, S.Pd., M.IP., menyatakan pemerintah distrik berkomitmen mendukung pelaksanaan TMMD ke-130 agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar dan sesuai dengan rencana.

Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di wilayah Distrik Wanggar.

“Harapan saya sebagai Kepala Distrik Wanggar, kegiatan ini berjalan lancar dan aman, tidak melibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Terpenting, kegiatan berjalan normal sesuai dengan rencana yang telah dirumuskan oleh pihak pelaksana TMMD,” ujar Elias saat ditemui di lokasi pembangunan.

Menurut Elias, program TMMD ke-130 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Selain pembangunan gereja, program tersebut meliputi operasi pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok serta pelayanan pengobatan gratis bagi warga.

Ia berharap seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik tanpa gangguan keamanan, konflik, maupun kendala sosial yang berpotensi menghambat proses pembangunan.

“Sekali lagi, harapan kami kegiatan ini berjalan aman dan damai. Tidak ada masalah, konflik ataupun kendala lainnya. Itu yang sangat kami harapkan,” tegasnya.

Elias menambahkan, Pemerintah Distrik Wanggar siap mendukung dan mengawal pelaksanaan TMMD agar sasaran pembangunan yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, pendeta sekaligus pelayan jemaat GKII Rehobot, Evanjelis Terian Magai, S.Th., mengungkapkan rasa syukur atas dukungan program TMMD dalam pembangunan gedung gereja yang menjadi harapan jemaat selama ini.

Ia mengapresiasi keterlibatan TNI, pemerintah dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan tersebut.

“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan. Atas dukungan doa serta partisipasi dari masyarakat dan pemerintah, akhirnya ada program TMMD yang membantu membangun gereja kami,” ungkap Evanjelis saat ditemui di lokasi pembangunan.

Ia menjelaskan, setelah pengerjaan tahap awal oleh Satgas TMMD, proses selanjutnya direncanakan berlanjut melalui tahapan yang telah disiapkan, termasuk penyerahan peralatan secara simbolis untuk mendukung penyelesaian pekerjaan yang masih tersisa.

Selain membantu pembangunan infrastruktur, kehadiran personel TNI-Polri juga dinilai mempererat hubungan dengan masyarakat. Interaksi antara aparat dan warga selama kegiatan berlangsung disebut berjalan harmonis.

Pihak gereja pun menyambut baik kehadiran personel TNI-Polri dan berharap mereka dapat berkesempatan mengikuti ibadah Minggu bersama jemaat pada waktu mendatang.

Evanjelis berharap pembangunan Gedung Gereja GKII Rehobot dapat segera diselesaikan sehingga jemaat memiliki tempat ibadah yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Melalui pelaksanaan TMMD ke-130, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat di Distrik Wanggar diharapkan terus terjaga. Tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, program ini juga diharapkan memperkuat kebersamaan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nabire. (luk)