NABIRE - Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini lagi marak menjadi perhatian di semua satuan jenjang pendidkan, secara khusus menjadi wajib diikuti oleh murid dan siswa/siswi kelas akhir dan sesungguhnya bukan saja soal kemampuan akademik, tetapi juga soal karakter dan lingkungan sekolah.

Untuk itu, diharapkan kepada 126 Kepala Sekolah (Kepsek) SD/Mi yang ada di wilayah Kabupaten Nabire agar tidak terfokus pada TKA yang merupakan tes kemampuan anak di bidang akademik pada dua bidang studi, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia, juga mempersiapkan anak soal karakter dan lingkungan.

Karena dalam kegiatan TKA juga akan dilakukan tes soal karakter dan lingkungan. Sebab setelah anak-anak yang telah selesai dijenjang kelas akhir, tidak akan dilihat nilai TKA saja, melainkan juga akan dilihat nilai karakter dan lingkungan dijenjang pendidikan selanjutnya sebagai syarat anak bisa diterima atau tidak.

Dikatakan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) tingkat SD/MI se Kabupaten Nabire, Deny Herman Laturiuw, M.Pd, kepada Papuapos Nabire, Rabu (15/4/26) seraya menambahkan, sesungguhnya di TKA bukan saja soal akademik, tetapi juga soal karakter dan lingkungan, sehingga semua sekolah harus siap mendukung program TKA.

Untuk itu, selaku Ketua K3S Kabupaten Nabire mengharapkan kepada 126 SD yang ada di wilayah Nabire agar perlu ada kerja sama yang baik dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, baik itu tenaga guru maupun peserta didik, dengan harapan tugasnya guru itu untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Sebab, kegiatan TKA tingkat SD/MI sekabupaten Nabire akan dimulai dari tanggal 20 hingga berakhir di 30 April mendatang, maka para kepala sekolah dan guru SD/MI masih punya waktu untuk benar–benar menyiapkan peserta didik menghadapi tes TKA yang menjadi syarat bagi peserta didik kelas akhir semua satuan jenjang pendidikan.(des)