NABIRE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengambil langkah progresif untuk memberdayakan generasi muda dengan merencanakan pembagian 1000unit sepeda motor. Program ini dirancang khusus sebagai solusi konkret dalam menekan angka pengangguran bagi Orang Asli Papua (OAP) yang saat ini tercatat masih cukup tinggi di wilayah tersebut.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan perwujudan dari janji politik yang ia sampaikan saat masa kampanye. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pemuda Papua memiliki akses terhadap aset produktif yang dapat menunjang ekonomi mandiri.

Selain fokus pada sektor ekonomi, Gubernur Meki juga menjelaskan pemberian kendaraan ini merupakan simulasi strategis untuk mengurangi tingkat kriminalitas di jalanan. Dengan adanya kesibukan yang produktif, diharapkan para pemuda tidak lagi terjerumus ke dalam aktivitas negatif yang merugikan keamanan masyarakat.

"Program bantuan ini sangat fleksibel dalam pemanfaatannya. Para pemuda bisa menggunakannya untuk membuka jasa ojek atau bekerja sama dengan kontraktor untuk mengangkut bahan bangunan di proyek-proyek lokal," ujar Meki saat berdialog dengan Andy Noya dalam acara talkshow 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Jumat (20/02/2026).

Pemerintah berharap bantuan alat transportasi ini dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan UMKM di sektor jasa. Melalui kepemilikan kendaraan pribadi, mobilitas pemuda dalam mencari peluang kerja atau mendistribusikan barang akan menjadi jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan sebelumnya.

Sebagai penutup, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh dan secara bertahap menghapus stigma negatif terhadap pengangguran di Papua Tengah. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pemanfaatan bantuan ini agar tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.(amd)