Jayapura,- Tim pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) Inspektorat pengawasan umum (Itwasum) Polri yang beranggotakan 13 orang, Rabu (4/9) kemarin melakukan pemeriksaan di Jajaran Kepolisian Daerah Papua.Tim yang dipimpin oleh Irwil I Itwasum Polri, Brigjend (Pol) Bambang Hermanu itu dimaksudkan melihat sejauh mana kinerja Polri dalam sistem manajemen organisasi khususnya  bidang pelaksanaan serta pengawasan dan Pengendalian. Kapolda Papua, Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, MA, Ph.D mengatakan, saat ini Jajaran Polda Papua akan melaksanakan kesiapan pengamanan arak-arakan Persipura, karena meraih juara ISL serta persiapan pengamnan pesta demokrasi yaitu pemilukada Kabupaten Biak Numfor, Jayawijaya dan Mimika yang rawan terhadap potensi konflik horizontal.”Soal penyampaian Irwasum Polri saat rapat di Jakarta supaya diupayakan tahun 2013 ini Polri tetap mendapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) bukannya turun malah meraih predikat Disclaimer (tidak dapat dipertanggungjawabkan). Selain itu penyampaian Irwasum hendaknya wasrik ini dilaksanakan untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada wilayah untuk sebagai konsultan dalam rangka perbaikan penyelenggaran fungsi manajemen,”pintanya.Sementara itu, Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum) Polri dalam arahanya yang dibacakan oleh Brigjen (Pol) Bambang Hermanu menyampaikan, pengawasan dan pemeriksaan umum serta perbendaharaan sebagai sub system fungsi manajemen kepolisian adalah suatu keharusan untuk dilaksanakan. Sehingga dapat mengetahui sejauhmana pelaksanaan program kegiatan yang didukung anggaran dapat dilaksanakan secara efektif, efesien, transparan dan akuntabel.”Dengan pengawasan yang kholistik maka kebijakan pimpinan dapat dijabarkan sampai unit organisasi terdepan sehingga posisi polri sebagai good governace dan clean government kompartemen pemerintah sebagai pelayan publik dapat diwujudkan,” katanya.Lebih lanjut dikatakan, agar hal ini dapat terwujud, maka pihaknya sedang melakukan penjabaran program reformasi Polri dalam grand strategi polri tahun 2005-2025 dengan focus point pemolisian demokratis.”Sejalan dengan itu kita telah mencanangkan program revitalisasi polri dengan sasaran, pertama, terwujudnya polri yang bersih dan bebas dari KKN. Kedua, terwujudnya peningkatan kualitas pelayan public,” terangnya.Irwasum Polri juga mengingatkan agar anggota tim wasrik Itwil I dapat melaksanakan tugas secara profesional, proporsional serta mengedepankan kebutuhan organisasi sesuai pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. “Setiap anggota tim mempunyai kewenangan independen sehingga hasil wasrik tahap II ini diharapkan dapat memberi manfaat dan kontribusi positif bagi Polda papua dan jajaran pada khususnya dan Polri pada umunya,” katanya.