Tim Gabungan Satgas Berhasil Amankan Dua Pelaku Kasus Pembunuhan
Penangkapan yang berlangsung pukul 05.31 WIT ini sempat diwarnai ketegangan.

YAHUKIMO – Tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo bergerak cepat melumpuhkan dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo di Jalan Seradala, Selasa (13/10/2026) subuh.
Kedua pelaku, AD alias YH dan EH, merupakan bagian dari Kodap XVI Batalyon Yamue pimpinan Kopitua Heluka yang bertanggung jawab atas pembunuhan sadis terhadap seorang warga berinisial A (46) pada Minggu (11/10/2026) lalu.
Penangkapan yang berlangsung pukul 05.31 WIT ini sempat diwarnai ketegangan. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur karena kedua pelaku melakukan perlawanan sengit saat hendak diamankan. Akibatnya, pelaku berinisial EH dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara AD alias YH mengalami luka tembak dan langsung dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.
#Jejak Kriminal Berdarah para Pelaku
Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengungkapkan kedua pelaku yang dilumpuhkan ini merupakan buronan lama atau DPO, dengan rekam jejak kriminal yang panjang di Yahukimo.
Yakni, EH terlibat langsung dalam pembunuhan berdarah terhadap dua warga sipil, Yonathan Arruan dan Asri Obet, pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai. Jenazah EH kini telah diserahkan petugas kepada pihak keluarga.
Sementara itu, AD alias YH teridentifikasi terlibat dalam aksi pembunuhan keji terhadap seorang pendulang emas bernama Saharuddin di area Kali Momo pada 5 April 2025.
Selain kedua DPO tersebut, aparat juga mengamankan empat pemuda lain di sekitar lokasi, yaitu T.W. (38), E.H. (21), B.H. (17), dan P.G. (21).

“Saat ini, keempat orang ini sedang kita dalami perannya masing-masing, apakah terkait dengan rangkaian tindak kekerasan yang selama ini terjadi di Kabupaten Yahukimo,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Dalam operasi penyergapan ini, petugas menyita sejumlah barang bukti berbahaya, termasuk 5 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 4 buah parang, 1 pisau, 1 katapel, 12 anak panah, 15 batang bambu, tas noken, serta 1 kalung bermotif Bintang Kejora.
Merespons insiden ini, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan keselamatan masyarakat Yahukimo adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
Ia memastikan seluruh proses hukum akan berjalan profesional dan objektif berdasarkan fakta.
Senada dengan hal tersebut, Kasatgas Humas juga menepis keras propaganda sepihak yang kerap digaungkan oleh kelompok separatis pasca-aksi penyerangan warga sipil.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Khususnya narasi bohong yang disebarkan KKB yang mengklaim bahwa korban dari kalangan masyarakat sipil merupakan intelijen TNI-Polri. Saya tegaskan, klaim tersebut tidak benar dan 100% hoaks!” tegas Yusuf Sutejo.
Ia menambahkan, sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, Polri akan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat, namun tidak akan memberi ruang toleransi bagi pelaku kriminal yang mengancam nyawa warga.
Saat ini, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyatakan tim penyidik masih terus melakukan pengembangan, mencocokkan keterangan saksi, dan memeriksa seluruh alat bukti untuk mengurai jaringan tersebut hingga ke akarnya. (Humas ODC/wan)
Bagikan artikel ini




