NABIRE - Tim divisi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berkunjung ke Nabire Provinsi Papua Tengah dalam rangka mensosialisasi kepada masyarakat di 8 kabupaten se-Provinsi Papua Tengah. Kunjungan tim ini juga terkait mendanai program beasiswa bagi jenjang Strata 2 (S2) dan Strata 3 (S3) di dalam dan luar negeri bagi generasi muda Papua ke depan.

Hal tersebut ini seperti sampaikan salah seorang alumni, Felix Degei, S.Pd., M.Pd, saat memberikan penjelasan soal kedatangan tim divisi LPDP di Nabire, Minggu (16/11/25), bertempat di halaman Gereja Katolik ST. Petrus Bumi Mulia Nabire.

“Hari ini hari ketiga tim dari sub divisi komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang datang untuk meliput kontribusi nyata alumni dari penerima beasiswa,” katanya.

Dan kebetulan dirinya, penerima beasiswa LPDP pada tahun 2016, yang kebetulan dapat beasiswa studi luar negeri. Jadi LPDP ini sudah memberi beasiswa hingga sekarang ini sebanyak 55.586 penerima dan itu sudah terima beasiswa dari LPDP.

Karena mereka punya dana abdi sebesar Rp154 triliun, karena dana ini tidak ada kaitan dengan sidang DPR karena dana mereka selalu ada.

Dan alumni yang tercatat hingga hari ini sebanyak 28.281 orang dan khusus tahun ini dari divisi komunikasi mereka jalan liput pengalaman kontribusi dari alumni itu tiga orang. “Puji Tuhan saya sebagai salah satu yang terpilih untuk diliput sehingga kemarin lalu, hari Jumat sudah liput di sekolah dan kampus tempat di mana kami mengajar, dan diliput di alam bebas di Pantai dan hari ini kebetulan kami juga sebagai pelayan di gereja,” imbuhnya.

Sehingga tim komunikasi divisi LPDP datang di Gereja Katolik Kring St. Petrus Bumi Mulia SPC. Selanjutnya, diharapkan dengan kedatangan tim ini kiranya, tim juga tahu bahwa Nabire Papua Tengah adalah salah satu tempat dimana bisa mendapatkan banyak lagi penerima LPDP. 

“Alumni kami sampai kepada mereka untuk jangan bosan-bosan datang sosialisasi LPDP beasiswa ini di Papua Tengah supaya banyak generasi penerus yang kebetulan orang tua ekonomi lemah, orang tua kurang beruntung dari pedalaman supaya bisa belajar baik dan bisa mengikuti jejak kami ini. Harapan ke depan saya kepada generasi muda Papua yang terdidik supaya bisa berkat kepada Papua yang lain,” pungkasnya.(modes)