NABIRE - Tim advokasi penolakan Blok Wabu telah melakukan serangkaian lobi intensif di Jakarta untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Intan Jaya. Lobi-lobi ini dilakukan secara langsung kepada sejumlah lembaga tinggi negara.

Jhon. N.R. Gobay, selaku Sekretaris Advokasi Penolakan Blok Wabu, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak penting. Upaya pertama adalah melobi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk dapat menerima delegasi dari Provinsi Papua Tengah.

"Kami telah melakukan lobi-lobi pertama kepada Menteri ESDM, yang kedua kepada DPR RI, dan yang ketiga DPD RI," ujar Gobai saat menyampaikan laporannya dalam rapat paripurna di gedung DPR Provinsi, Selasa (19/8/2025).

Menurut Gobai, lobi ini menjadi sangat penting mengingat dinamika politik yang sedang berlangsung. Ia menyoroti adanya pertarungan politik di Papua yang melibatkan tokoh-tokoh dari partai besar seperti Golkar, PDIP dan Gerindra.

"Ketua-ketua menteri adalah ketua Golkar, jadi ini sebuah soal yang jadi problem," kata Gobay, menekankan bahwa kondisi ini membuat pendekatan lisan dan koordinasi menjadi prioritas.

Tim memutuskan untuk tidak membawa masyarakat secara langsung ke Jakarta untuk menghindari risiko dan menunggu ketidakpastian. Sebaliknya, mereka memilih untuk melayangkan surat dan berkoordinasi secara lisan guna memastikan adanya jadwal audiensi.

Gobai menjelaskan, koordinasi juga dilakukan dengan pimpinan DPD RI yang kebetulan sedang menjalani masa reses. Tindak lanjut akan dilakukan setelah tanggal 17 Agustus.

Selain itu, tim telah berkoordinasi dengan staf pimpinan DPR RI untuk menyusun jadwal audiensi. Mereka berharap DPR RI dapat menjadwalkan pertemuan untuk menerima tim advokasi bersama perwakilan masyarakat.

Lobi ini bertujuan agar aspirasi penolakan Blok Wabu dapat didengar langsung oleh para pembuat kebijakan. Tim berharap Menteri ESDM dan pihak terkait lainnya bisa hadir dalam audiensi tersebut untuk memahami langsung apa yang disampaikan oleh masyarakat Intan Jaya.

Meskipun lobi informal juga telah dilakukan, Gobai menegaskan bahwa langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan untuk pergi langsung ke Jakarta, akan sangat bergantung pada keputusan pimpinan DPRPT.(amd)