Tiga Program Prioritas Atasi Masalah Kesehatan di Papua Tengah
NABIRE - Untuk mengatasi masalah kesehatan di Provinsi Papua Tengah, ada 3 program prioritas yang harus dilaksanakan oleh semua kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Papua Tengah. Program Quick Wins Papua Tengah Bugar melalui kegiatan layanan mobile health services, program akselerasi akses dan program percepatan penurunan stunting.

NABIRE - Untuk mengatasi masalah kesehatan di Provinsi Papua Tengah, ada 3 program prioritas yang harus dilaksanakan oleh semua kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Papua Tengah. Program Quick Wins Papua Tengah Bugar melalui kegiatan layanan mobile health services, program akselerasi akses dan program percepatan penurunan stunting.
Demikian dikatakan Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM melalui Plh. Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar H. Damanik, S.STP, MM, Selasa (4/7/23), saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) I Provinsi Papua Tengah, di Aula Bethesda Nabire.
Dikatakan, pendekatan terhadap ketiga program prioritas itu harus dilakukan dengan penyusunan perencanaan dan penganggaran yang tepat sasaran. Agar masyarakat, khususnya Orang Asli Papua betul-betul dapat merasakan dan menikmati pelayanan kesehatan yang diberikan.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Papua Tengan melalui Plh. Sekda Anwar Damanik, mengatakan, Rakerkesda ini yang pertama kalinya dilaksanakan di Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru. Untuk itu momen ini akan tercatat dalam tinta emas sejarah perjalanan penyelenggaraan pemerintah di Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru berdasarkan Undang–Undang nomor : 15 tahun 2022 tentang pembentukan Provinsi Papua Tengah.
Kata dia, Rakerkesda tahun ini sanatlah penting. Tidak hanya dalam menyamakan persepsi tentang hal-hal yang menyangkut pekerjaan rumah di bidang kesehatan yang harus segera diselesaikan oleh Provinsi Papua Tengah seperti eliminasi malaria maupun penurunan angka stunting. Namun juga bagaimana Pemerintah Provinsi Papua Tengah harus menyiapkan peta jalan penyelesaian persoalan-persoalan khusus masalah kesehatan. Hal ini tentunya terkait dengan tema Rakerkesda I “Transformasi Sistem Kesehatan di Provinsi Papua Tengah.”
“Mengapa issue ini dipilih, karena transformasi sistim kesehatan saat ini menjadi trending topic bagi semua insan kesehatan di seluruh Indonesia. Dan setidaknya ada 6 pilar transformasi kesehatan yang harus dijalankan,” ujarnya.
Pilar pertama adalah transformasi layanan primer yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan primer yang terstandarisasi dan terintegritas. Pilar kedua transformasi layanan rujukan yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat. Pilar ketiga transformasi ketahanan sistim kesehatan fokus pada kemandirian obat dalam negeri dan penyediaan tenaga cadangan kesehatan. Pilar keempat transformasi pembiayaan kesehatan. Pilar kelima transformasi SDM kesehatan yang berkwalitas. Dan pilar keenam transforamsi teknologi kesehatan yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan yang presisi.
“Untuk itu bagi saya selaku Pj Gubernur Provinsi Papua Tengah dari enam pilar transformasi kesehatan ini harus diimplementasi di Provinsi Papua Tengah. Karena ada dua alasan penting utama, yakni, filosofi transformasi kesehatan yang meningkat kualitas dan akses kualitas layanan kesehatan ke masyarakat serta menjalankan transformasi kesehatan yang artinya menghadirkan negara dalam tujuan meningkatkan akses dan kualitas layana kesehatan,” paparnya. (des)
Bagikan artikel ini



