Tiga Kunci Jadi Titik Berat Manajemen ASN
SUGAPA – Manajemen Aparat Sipil Negara (ASN) harus dilakukan dengan menitikberatkan kepada kualifikasi, kompetensi dan kinerja.
Bagikan
SUGAPA – Manajemen Aparat Sipil Negara (ASN) harus dilakukan dengan menitikberatkan kepada kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Apabila 3 hal kunci tersebut dimiliki oleh setiap ASN, maka dapat dipastikan kinerja pelayanan publik akan sangat baik dan terukur. Hal ini ditegaskan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si melalui Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si, saat acara penyusunan indek merit system di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Rabu (30/10) pekan lalu. Dikatakan, manajemen ASN harus sudah dimulai dari penyusunan dan penetapan kebutuhan dan seterusnya. Guna menghasilkan ASN yang berkualitas yang sangat erat kaitannya dengan proses rekrutmen. “Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan merit system. Apa itu merit system ? Dalam UU nomor 5 tahun 2014 disebutkan merit sistem adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan,“ jelasnya. Lebih jauh dituturkan, dalam konteks Intan Jaya, bayangan kita tentang ASN yang profesional seperti ASN di daerah yang sudah maju, perlu kita buang jauh-jauh. Karena berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi ASN Intan Jaya termasuk tingkat kesulitan geografis, transportasi, komunikasi serta ekonomi biaya tinggi telah menyebabkan pemerintah Kabupaten Intan Jaya belum mampu menerapkan manajemen ASN secara maksimal. Kinerja ASN Kabupaten Intan Jaya masih banyak kelemahan-kelemahan akibat dari etos kerja ASN yang rendah yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Antara lain, kualifikasi, kompetensi, disiplin, sosial budaya, politik, keamanan dan kenyamanan dan tentu komitmen dan semangat melayani. Perlu perubahan paradigma dalam pembinaan dan pengembangan pola karier bagi ASN Intan Jaya ke depan. Melalui pola pembinaan dan pengembangan yang tersystem dengan baik ditambah kepastian hukum yang kuat, bupati yakin kinerja ASN Kabupaten Intan Jaya akan memiliki daya saing yang tinggi setara dengan ASN dari daerah lainnya. Untuk menciptakan ASN yang memiliki integritas dibutuhkan kemauan keras, kerja keras dan komitmen yang kuat, dan sudah barang tentu membutuhkan biaya yang besar. Kemampuan kita dalam menyediakan anggaran untuk pengembangan kapasitas SDM aparatur belum sesuai kebutuhan. Akibat celah fiskal kita yang sangat sempit dan terbatas. Sementara kebutuhan kita sangat besar terutama dalam rangka membuka aksesbilitas daerah yang selama ini menjadi momok pembangunan Kabupaten Intan Jaya. “Kita tidak pesimis, namun tetap optimis, secara perlahan akan kita coba cari model-model yang tepat untuk meningkatkan kapasitas ASN kita dengan tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Merit system menjadi jawaban atas pertanyaan itu. Melihat situasi dan kondisi daerah yang serba sulit seperti ini diperlukan terobosan-terobosan terutama dalam menyusun dan menyiapkan rencana aksi merit system Kabupaten Intan Jaya, maka kehadiran tim Konreg IX BKN Jayapura pada hari ini di Kabupaten Intan Jaya memberikan arti yang lebih dari sekedar sosialisasi,” paparnya. Kehadiran rekan-rekan Kantor Regional IX Badan Kepegawaian Negara Jayapura memiliki arti yang sangat strategis terutama dalam rangka mensosialisasikan penyusunan merit sistem bagi ASN Kabupaten Intan Jaya. “Pada hari ini, kita semua akan mendapatkan pencerahan tentang arti pentingnya merit sistem dalam menajemen ASN. Saya harapkan akan terbangun persepsi yang sama dikalangan ASN Kabupaten Intan Jaya bahwa kualifikasi, kompetensi dan kinerja menjadi ukuran dalam pengembangan karier asn Intan Jaya menuju ASN yang profesional sesuai dengan yang diamanatkan UU nomor 5 tahun 2014,” katanya. Lebih lanjut disampaikan, melalui pola merit sistem kita harapkan akan tercipta ASN yang memiliki kualifikasi, kompetensi dengan kinerja yang tinggi serta terbebas dari pengaruh politik praktis. Sosialisasi penyusunan merit sistem kali ini diharapkan menghasilkan suatu pemahaman tentang kebijakan pola karier yang pasti dalam membangun sistem manajemen ASN Intan Jaya yang bermuara pada peningkatan kualitas, menjadikan asn sebagai agen perubahan (reformer) yang inovatif dalam memberikan pelayanan masyarakat. Hal ini menjadi penting dalam rangka membangun karakter ASN Kabupaten Intan Jaya yang memiliki integritas, komitmen, moral dan tanggung jawab yang tinggi didasari dengan disiplin dan prilaku yang terpuji guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good and clean governance). “Dengan sistem merit kita akan mempu menciptakan ASN yang memiliki budaya melayani sebagai embrio mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel serta bebas dari tindak korupsi,” harapnya. (ros)
Bagikan artikel ini



