NABIRE - Di sela–sela acara pembukaan Pelatihan Budidaya Tanaman Pangan yang diselenggarakan Balai Latihan Masyarakat Papua bagi 30 orang petani asli Papua yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire Drs I Wayan Monyata, Senin (23/4), di aula Distrik Nabire Barat.Kepala Balai Latihan Masyarakat Papua Dominggus Rumadas, S,.Sos,M.Si mengatakan, dalam hidup ada tiga hal yang sangat penting diberikan kepada para petani kita yang ada di distrik dan kampung yang ada di wilayah tanah Papua secara umum.Ketiga hal itu antara lain, pelatihan, pemberdayaan dan pendampingan. Dimana ketiga hal ini haruslah diberikan secara sungguh-sungguh kepada masyarakat petani yang ada di kampung-kampung agar mereka bisa berhasil dalam bidang pertanian maupun bidang ekonomi lainnya.Karena di Indonesia secara umum ada 17.000 desa atau kampung yang hingga saat ini dapat dikategorikan sebagai desa atau kampung tertinggal, sehingga kini Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi berupaya untuk memberikan perhatian ke kampung.Sehingga kini pemerintah lebih memberikan perhatian bagi masyarakat di kampung–kampung melalui program-program pemberdayaan bagi masyarakat, termasuk masyarakat petani kita yang ada di Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire.Dengan dipilihnya Distrik Nabire sebagai salah satu lokasi kegiatan pelatihan budidaya tanaman pangan, karena lokasinya merupakan daerah pertanian, sehingga perlu dilakukan pelatihan bagi masyarakat petani asli Papua yang ada di wilayah Nabire Barat.Dan kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari atau 40 jam, kirannya pelatihan ini memberikan manfaat pengetahuan bagi masyarakat petani kita, sesungguhnya para petani sudah dapat memahami soal pertanian tetapi ada hal-hal yang secara teknis keilmuan yang perlu diketahui oleh petani lewat pelatihan ini. (des)