NABIRE - Mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), mulai hari ini Pemerintah Kabupaten Deiyai, Paniai dan Dogiyai bersatu membuka posko guna memperketat pengawasan di Km 100 Distrik Siriwo Nabire sebagai pintu masuk melalui jalur darat.“Km 100 Distrik Siriwo merupakan satu-satunya pintu masuk melalui jalur darat ketiga kabupaten, maka kami tiga bupati sudah sepakat dan bersatu untuk membuka Posko guna memperketat pengawasan terhadap penumpang kedatangan ke Dogiyai, Deiyai maupun Paniai,” kata Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.Ip kepada wartawan harian pagi Papua Pos Nabire, di sebuah rumah makan,  Minggu (22/3) kemarin.Di pokso Bupati Dumupa mengakui, akan memasang alat pengukur suhu tubuh dengan menggunakan Thermo Gun supaya semua penumpang kedatangan melalui jalur darat ke Dogiyai, Deiyai dan Paniai wajib diperiksa.“Jika ditemukan suhu tubuh yang tidak normal, akan segera ditangani tim medis sesuai prototipe yang ada. Nanti dijaga selama 24 jam. Selain itu, di area keramian dan tempat-tempat umum juga akan dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti penyemprotan disinfektan,” ucapnya.Dumupa mengaku, nanti para personel yang akan bertugas adalah dari Dinas Kesehatan setempat, dibantu Satpol PP, Kepolisian dan pihak-pihak terkait lainnya.Pada kesempatan itu, Bupati Deiyai, Atheng Edowai mengaku, pihaknya dan Bupati Paniai telah membantu dana masing-masing 500 juta kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai selaku tuan rumah yang akan menjalankan tugas pengawasan di Km 100 Distrik Siriwo Nabire. Guna menyediakan kebutuhan tenaga medis yang diperlukan.“Saya dan Bupati Paniai besok (hari ini) akan membantu Pemkab Dogiyai 500-500 juta. Agar Pemda Dogiyai selaku tuan rumah posko di Km 100 bisa menyediakan alat pelindung diri (APD) dan sejumlah kebutuhan lainnya,” tutur Edowai.Edowai mengaku, hingga saat ini, tiga kabupaten tersebut sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui OPD terkait. Terutama memberikan imbauan agar masyarakat memakai masker dan menggunakan Hand Sanitizer untuk mencuci tangan dan lain-lain.“Kalau soal itu, kami belum bisa pastikan, namun belum ada yang positif, sehingga di Deiyai, Dogiyai dan Paniai masih aman. Namun, bisa saja nanti ada yang positif karena dibawa oleh orang dari luar daerah. Karena itu, mulai hari ini kami melakukan pencegahan dan pemantauan di daerah perbatasan, yaitu jalur darat di km 100 Siriwo,” tutup Edowai.(eby)