Tenaga Tim Pendamping Stunting Deiyai Ikut Pelatihan dan Pembekalan
DEIYAI - Para tenaga tim pendamping stunting yang terdiri kader PKK, kader KB, dan kader Posyandu, sebanyak 100 orang lebih yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai, telah mengikuti pelatihan dan pembekalan selama dua hari, di aula Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan KB Kabupaten Deiyai, Tigido, Waghete.

DEIYAI - Para tenaga tim pendamping stunting yang terdiri kader PKK, kader KB, dan kader Posyandu, sebanyak 100 orang lebih yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai, telah mengikuti pelatihan dan pembekalan selama dua hari, di aula Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan KB Kabupaten Deiyai, Tigido, Waghete.
Kegiatan pelatihan pembekalan yang diikuti sekitar seratus lebih orang, dibuka Sekda Kabupaten Deiyai, Jan Giyai, mewakili Bupati Deiyai, Ateng Edowai, didampingi Kepala Dinas DP3AKB Deiyai, Bertha Ukago. Pembukaan ditandai pemberian tanda peserta kepada dua orang peserta.
Dalam kesempatan itu, Sekda Deiyai, Jan Giyai, melalui sambutannya mengatakan, para peserta dapat mengikuti pelatihan pembekalan dengan baik. Materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik, selama kegiatan pelatihan berlangsung. Agar ketika di lapangan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar.
“Ketika di lapangan, para peserta sebagai tim pendamping stunting dapat kerja kelompok, saling tanya, koordinasi, kerjsama, diskusi diantara para anggota tim. Jaga kesehatan agar selama berlangsung tugas penanganan stunting di wilayah Kabupaten Deiyai dapat lancar dan sukses,” harapnya, kepada wartawan media ini.
Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Deiyai, Bertha Ukago, menyampaikan, para peserta pelatihan yang juga tenaga pendamping stunting, setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan pembekalan, para peserta akan disebarkan ke setiap kampung yang ada di wilayah Deiyai. Untuk menjalankan tugas pendamping stunting di wilayah Kabupaten Deiyai.
“Mereka akan turun lapangan jalankan tugasnya, sesuai dengan pentunjuk, pedoman, serta juknis, juklak, yang diperoleh melalui kegiatan pelatihan, pembekalan. Tugasnya, mereka akan mendampingi keluarga yang diduga beresiko stunting yang ada, selama menjalankan tugas beberapa pekan kedepan di lapangan di wilayah Deiyai,” katanya.
Dia juga menambahkan, para peserta dapat menjalnkan tugasnya dengan baik, lancar sesuai dengan harapan. Sehingga tugasnya selesai dengan tidak kekuarangan apa pun, dapat jalani dengan lancar dan sukses. (hbb)
Bagikan artikel ini



