SUGAPA – Dalam rangka mewujudkan program Intan Jaya Sehat, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui tenaga medis pada dinas terkait gerak cepat jemput bola. Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menggerakan para tenaga kesehatan lokal pemuda pemudi asli daerah untuk melaksanakan pelayanan mobile clinic dari kampung ke kampung. Hal ini seperti diunggah akun medis sosial milik Bupati Intan Jaya, Aner Maisini pada tayangan perdana tanggal 5 Maret 2026 lalu.

Program ini dilakukan dengan pendekatan jemput bola. Para tenaga medis berjalan kaki menembus medan pegunungan dan wilayah terpencil guna menjangkau masyarakat yang selama ini belum mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara memadai. 

Seperti dituturkan salah seorang tenaga medis staf PKN Puskesmas Danggatadi, Distrik Biandoga, dirinya melakukan pelayanan medis dari kampung ke kampung. Dirinya merasa bersyukur kepada Tuhan karena sampai di salah satu kampung dimana ada masyarakat yang sedang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan. 

“Orang sakit itu bisa datang ke Puskesmas, namun medannya cukup jauh perjalanan satu malam, maka saya yang mencari mereka. Supaya dimana mereka yang sakit itu bisa dapat obat. Sesuai maksud dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam visi misi Intan Jaya Sehat. Kami bidang kesehatan maka staf dari PKN Puskesmas Danggatadi Distrik Biandoga saya menjalani dengan menggunakan jalan kaki dengan ada beberapa tas berisi obat dan perlengkapan kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehaan kepada masyarakat Kampung Moyomataga Distrik Biandoga," tutur petugas kesehatan itu.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan dengan melibatkan gerenasi muda asli daerah. Program ini tidak hanya memperkuat pelayanan kesehatan dasar seperti pemeriksaan umum, pengobatan, imunisasi, dan edukasi kesehatan. Tetapi juga memberdayakan sumber daya manusia lokal sebagai garda terdepan pembangunan kesehatan di Kabupaten Intan Jaya. (PPN/Humas Intan Jaya)