Tekla Wakei Usulkan Bupati Beli Lokasi Baru, Bukit Hijau
NABIRE - Mama Tekla Wakei, warga Tota Mapiha di Nabire, selaku anggota dari pembersih kota Nabire, mengusulkan, bila memungkinkan dari pos nama beli lokasi baru untuk penempatan warga campuran di Kabupaten Nabire, Propinsi Papua Tengah.

NABIRE - Mama Tekla Wakei, warga Tota Mapiha di Nabire, selaku anggota dari pembersih kota Nabire, mengusulkan, bila memungkinkan dari pos nama beli lokasi baru untuk penempatan warga campuran di Kabupaten Nabire, Propinsi Papua Tengah.
Cara ini, menurut Mama Tekla, seperti Bupati Biak Numfor menyiapkan warga beli lokasi di Yaro, termasuk Bupati Yapen juga beli lokasi di sana, untuk kepentingan basis Pemilihan Gubernur Papua Tengah periode besok. Hal itu secara politis.
Kedua, lanjut dia, selain menyiapkan massa atau suara kedepan, bupati ini bisa datang menempatkan warga sekaligus bangun pemukiman warganya hingga pesisir pantai ini.
Mama Tekla Wakei dalam diskusi dengan media ini di Bumiwonorejo kemarin, menambahkan, Bupati Nabire Mesak Magai ada keinginan maju gubernur, sehingga tidak boleh kalah suara starategi.
“Saya mau kasitau bahwa sementara ini ketua-ketua DPR, MRP dan DPRK yang menduduki jabatan saat ini, mereka tidak memiliki dusun di Kabupaten Nabire, sehingga tongkat kepemimpinannya mereka terkait arah kebijakan kedepan, bila kita bicara peluang menjadi orang kosong satu di Propinsi Papua Tengah ke depan tentunya,” kata dia.
Tambahnya, Mesak memiliki kesempatan dan peluang, sehingga peluang yang ada tak boleh disia-siakan. Kabupaten Nabire ini banyak mama-mama janda dan banyak anak-anak piatu. Banyak anak piatu tidak punya ayah dan ibu, beli lokasi dan bangun rumah tinggal untuk mereka.
Tekla Wakei menginginkan panti asuhan, pemukiman buatan Mesak Magai, karena dia merasa bangga dengan Bupati Nabire, Mesak Magai. “Kami pembersih kota Nabire diberikan honor, sehingga kami ibu-ibu bisa beli air aqua sendiri. Dia (Mesak Magai) beli lokasi kasih pekerjaannya kepada pengusaha lokal dan menolong mereka, maka nama Bupati Nabire tambah terangkat, persiapan untuk gubernur terbuka,” tambahnya.
Dan lebih banyak warga ada di lingkungan gereja, juga imbuhnya, pasti mereka bekerja dan berdoa. Pejabat publik pintar mencari peluang, memberikan pembinaan kepada warganya. Boleh juga melalui aplikasi yang ada, tetapi juga melalu keluarga dan lingkungan masyarakat.(don)
Bagikan artikel ini



