Teaching For Transformation Tahap Dua di Mimika Selama 3 Hari

NABIRE - Kegiatan Training of Failitators Teaching for Transformation tahap dua yang dikhususkan bagi guru-guru Agama Kristen yang berlangsung di Kabupaten Mimika dengan peserta dari Kabupatebn Mimika, Puncak, Puncak Jaya dan Kabupaten Intan Jaya telah berakhir pada Minggu (6/7/25), di Aula Hotel Grand Tembaga Mimika.
Perlu diketahui oleh semua pihak, bahwa kegiatan training of fasiliator teaching for transformation tahap dua selama tiga hari yang dimulai dari 3 Juli hingga 6 Juli 2025, yang diikuti 21 peserta dan dibuka Ketua Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia, Perwakilan Provinsi Papua Tengah, Samuel Tandiyono.
Dalam sambutannya, Samuel Tandiyono mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kabudayaan bersama Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia sebagai wujud nyata komitmen untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan Kristen yang tidak hanya kompeten secara profesi, juga hidup dalam nilai-nilai Kristen.
Untuk itu, selaku perwakilan MPK yang telah hadir di tengah-tengah para guru Agama Kristen di wilayah Provinsi Papua Tengah mengharapkan, melalui pelatihan ini akan lahir para fasilitator yang mampu menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah, terutama sekolah yang ada di pelosok di 8 kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah.
Sementara itu, di tempat yang sama Ketua Panitia Pelaksana Training of Fasilitators Teaching for Tarsformation, Agustina Samori, S.Pd.K, dalam laporanya menyampaikan, kegiatan training for transformation tahun 2025 untuk guru-guru Agama Kristen di 8 kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah telah berlangsung di dua titik, titik pertama di Kabupaten Nabire dan titik kedua di Kabupaten Mimika.

Untuk itu, diharapkan kepada seluruh peserta agar ingat pesan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, SE, untuk satukan hati dan tekad, mulai dari pelatihan dan akan kembali ke sekolah masing-masing dengan semangat baru dan mengajar dengan mencintai, membimbing dengan sabar dan melayani dengan tulus serta berlandaskan iman kepada Yesus Kristus.
“Selaku panitia mau mengajak para peserta sekalian, agar jangan melihat profesi guru sebagai beban, tetapi sebagai ladang pelayanan, karena Papua Tengah sedang menantikan lahirnya generasi yang takut akan Tuhan, yang berkarakter kuat dan yang mencintai kebenaran, karena semua itu dimulai dari guru,” tandasnya.(des)
Bagikan artikel ini



