Teaching For Transformation Bagi Guru Kristen Tahap 2 di Mimika Dibuka

TIMIKA - Bertempat di Aula Hotel Grand Tembaga Timika, Rabu (15/10/2025), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE, yang diwakili Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan secara resmi membuka kegiatan Teaching for Transformation bagi guru-guru Kristen di lingkungan YPK Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, kepala dinas mengatakan, salah satu kunci keberhasilan pembangunan ini adalah pemerataan kwalitas pendidikan yang utuh bukan hanya kecerdasan koknitif, tetapi juga kekutan karakter dan spritualitas yang berlandaskan nilai-nilai kristiani.
“Kita semua menyadari tantangan yang dapat dihadapi dalam dunia pendidikan modern, bagaimana memastikan anak-anak kita, tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kuat di tengah arus globalisasi,” jelasnya.
Namun, di sini metologi teaching for transformation menjadi solusi terdepan, kirannya ini menjadi alat yang dapat menjembatani kesenjangan antara kurikulum formal dengan panggilan hidup dan identitas iman peserta didik di lingkungan YPK.
Pelatihan teaching for transformation bukan hanya mengajarkan para guru cara mengajar, tetapi mengajarkan cara antara lain, pembelajaran yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan di kelas, tetapi juga menumbuhkan karakter Kristen yang transformation melalui setiap mata pelajaran.

Dapat mengintegraskan nilai kristiani dan dapat mengola kelas secara holitik dengan memastikan setiap konsep akademik terhubung dengan panggilan hidup, menjadi pelajaran lebih bermakna dan relevan.
Dapat menciptakan agen perubahan dan dapat memastikan anak-anak lulusan YPK tidak tertinggal, melainkan tampil sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, gereja dan tanah Papua Tengah.
Untuk itu, melalui program ini selaku kepala dinas ingin memastikan bahwa setiap guru di lingkungan YPK Papua Tengah adalah agen transformasi karakter di sekolah masing-masing.
Sehingga mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, sangat mendukung pelatihan teaching for transformation ini. “Kami juga memahami bahwa tantangan pendidikan di Papua Tengah tidak sebatas metodologi,” ujarnya.
Tetapi juga perlu adanya dukungan dan kerja sama dari semua pihak. Oleh karena itu, diharap kepada peserta gunakan setiap waktu dalam pelatihan secara maksimal, serap ilmu, ajukan pertanyaan dan ciptakan jaringan kolaborasi untuk menerapkan filosofi diantara rekan-rekan guru YPK.
Untuk itu, jangan takut mencoba metode pengajaran yang transformatif, sehingga kepala sekolah berikan ruang, waktu dan dukungan kepada guru-guru yang baru selesai pelatihan ini, fasilitasi mereka untuk menginplementasikan teaching for transformation dalam RPP dan membagikan semangat transformasinya kepada rekan sejawat atau guru-guru Kristen lainnya.
“Dukungan dari dinas tidak akan berhenti tanpa semangat juang bapak/ibu sekalian, mari kita jadikan panggilan kita sebagai Guru Kristen untuk memacu kreatifitas dan keteladanan dengan mengucap syukur kepada Yesus Kristus Sang Guru Agung,” tandasnya.(des)
Bagikan artikel ini



