NABIRE - Persiapan Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (Porpi), sudah dimulai dari 15 Maret 2025 dan telah melaksanakan latihan materi yang akan dilombakan di ajang Fornas ke-VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB). Porpi juga telah melakukan latihan seminggu 3 kali, namun 2 bulan sebelum menuju keberangkatan ini, sudah setiap hari melakukan latihan-latihan.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD), Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (Porpi), dan juga Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi), Provinsi Papua Tengah, Yublince Erari, ketika hadir dalam PapuaposTV Podcast, Jum'at (11/7/2025) lalu menyampaikan, target Porpi di Fornas NTB berangkat tidak percuma dan tentu akan berusaha membawa hasil terbaik, tentu target pasti menang.

"Untuk anggota Popri di Kabupaten Nabire sekitar 500 sampai 1.000 dan terpencar di pelosok desa-desa, dan yang tergabung dalam Porpi paling banyak ibu-ibu," katanya.

Olahraga pernafasan ini sebenarnya tidak susah dan mudah, karena bisa melakukannya di mana saja seperti di halaman rumah, tidak di dalam ruangan dan harus di alam terbuka karena berkaitan dengan pernafasan.

Peran pemerintah cukup mendukung untuk berlaga di even fornas 2025 mendatang di NTB, adapun prestasi Porpi Kabupaten Nabire selama masih bergabung di Provinsi Papua, untuk pertama kalinya ikut Fornas di tahun 2013 di Semarang, dan mempersembahkan 1 medali emas untuk Porpi kabupaten dan 1 medali untuk Provinsi Papua. 2015 Fornas di Bali mendapatkan medali, Samarinda juga mendapatkan medali.

"Olahraga ini paling cocok untuk semua usia, dan kalau boleh masyarakat untuk bisa bergabung dan kalau ada senam mari bergabung agar bisa sehat," ucapnya.

Ia menambahkan, kesiapan Inorga Porpi di Fornas NTB mulai dari pemeriksaan kesehatan untuk pegiat sudah dilakukan dan dua hari menjelang keberangkatan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan lagi.(edi)