NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Intan Jaya menggelar sosialisasi e-planning, Rabu (14/3) di aula Maranatha Nabire. Panitia mentargetkan sebanyak 100 orang peserta yang ikut dalam sosialisasi itu. Yang terdiri dari, pertama, pimpinan dan anggota DPRD selaku lembaga legislatif sebagai mitra pemerintah dan sebagai pembuat kebijakan. Kedua, para kepala perangkat daerah sebagai pelaksana kebijakan (pelaksana urusan pemerintahan dan kewenangan pemerintahan). Ketiga, para Kasubbag program dan pelaporan selaku admin aplikasi Simda perencanaan di tingkat perangkat daerah (pengguna aplikasi).

Demikian disampaikan ketua panitia pelaksana, I Nengah Kariasa, saat pembukaan sosialisasi. Lebih lanjut dilaporkan, penyelenggaraan sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan informasi yang benar tentang e-planning. Guna membangun pemahaman dan persepsi yang sama antar pemangku kepentingan tentang perubahan mekanisme penyusunan perencanaan pembangunan daerah dari manual system menuju online system.

Sosialisasi penerapan e-planning bertujuan antara lain, pertama, tersosialiasikan kebijakan pemerintah dibidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada jajaran pemerintah daerah. Dalam hal ini lembaga legislatif Kabupaten Intan Jaya selaku pembuat kebijakan dan kepada para pimpinan OPD selaku pelaksana kebijakan. Kedua, membangun komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah dengan menggunakan aplikasi terintegrasi (e-planning) guna mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan menuju penerapan e-gov. Sebagai out put daripada pelaksanaan sosialisasi ini, terbangunnya persepsi yang sama diantara pemangku kepentingan (legislatif dan eksekutif). Untuk secara bersama-sama mengawal penerapan e-planning di Kabupaten Intan Jaya.

“Narasumber yang dihadirkan pada sosialisasi ini antara lain Bappeda Provinsi Papua, BPKP Perwakilan Provinsi Papua, Kejaksaan Negeri Nabire, BP4D Kabupaten Intan Jaya. Penyajian materi dilaksanakan dengan metode diskusi panel yang terdiri dari 2 seasion. Sesi pertama, panel Kepala Kejaksaan Negeri Nabire dengan kepala BP4D Kabupaten Intan Jaya. Sesi kedua, panel BPKP Perwakilan Provinsi Papua dengan Bappeda Provinsi Papua. Diharapkan para peserta sosialisasi dapat secara aktif membangun komunikasi dan diskusi untuk menggali informasi sebanyak-banyak tentang penerapan e-planning ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan,  terselenggaranya sosialisasi ini sudah barang tentu bukan kerja 1 atau 2 orang. Tetapi kerja bersama dan atas dukungan berbagai pihak. Panitia menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sekda Kabupaten Intan Jaya, seluruh jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah selaku panitia penyelenggara, pengelola aula Maranatha dan semua pihak yang turut andil dalam suksesnya acara ini,” ujarnya. (ros)