NABIRE - Dalam memperingati Hari Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sedunia, jatuh pada 1 Desember, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan di Taman Gizi sebagai langkah-langkah untuk menangani persoalan HIV/AIDS yang sedang terjadi.

Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah diwakili Pj Sekda Papua Tengah, Frets James Boray dalam mengatakan, tema pada Hari HIV/AIDS sedunia ini, 'Hak setara untuk semua bersama kita bisa', dari tema ini diingatkan bahwa di setiap individu tanpa memandang latar belakang status sosial, atau kondisi kesehatan berhak mendapatkan hak yang setara.

"Hak akses terhadap informasi, pendidikan, pengobatan serta dukungan sosial, serta HIV aids tidak memandang perbedaan," ujarnya.

Semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan, yang setara kepada mereka yang terdampak, HIV/AIDS juga tantangan global, namun harus disadari dampaknya sangat terasa di tingkat lokal khususnya, di Provinsi Papua Tengah.

"Kita juga menghadapi tantangan yang kompleks, terkait dengan penyebaran HIV/AIDS, terbatasnya akses informasi serta adanya stigma dan diskriminasi kepada penderita HIV menjadikan penanggulangan HIV/AIDS di daerah ini memerlukan pendekatan yang lebih sensitif dan inklusif," katanya.

Frets James Boray menegaskan, hak setara untuk semua berarti harus menjamin akses yang adil, bagi semua pihak untuk mendapatkan informasi yang benar tentang HIV/AIDS, serta akses setara terhadap pelayanan kesehatan termasuk pengobatan dan pencegahan.

Dirinya menambahkan, semua harus bekerjasama dan memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal, baik dari sisi edukasi, akses kesehatan dan dukungan sosial.

Dalam sambutannya juga, Frets menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan pencegahan terhadap HIV/AIDS, baik yang sudah dilaksanakan maupun yang sedang berjalan.(edi)