Tanggapi Insiden di Debat Kandidat Deiyai, Polres Undang Awak Media
NABIRE - Menanggapi dan memberikan penjelasan seputar insiden kekerasan yang terjadi di guest house Nabire saat digelar debat kandidat puta
Bagikan
NABIRE - Menanggapi dan memberikan penjelasan seputar insiden kekerasan yang terjadi di
guest house Nabire saat digelar debat kandidat putaran kedua Pilkada Deiyai,
Sabtu (5/5) lalu, pihak Polres Nabire mengundang sejumlah awak media yang
bertugas di daerah. Dalam jumpa pers yang turut dihadiri Kapolres Paniai Supriagung, perwakilan Propam Polda Papua,
Sujono, dan Ketua KPU Deiyai, Medex Pakage serta dari pihak korban pemukulan
Mando Mote, berlangsung di RBP Mapolres Nabire siang kemarin itu, Kapolres
Nabire Sony Sanjaya sangat menyayangkan kejadian tersebut dan pihaknya menilai
insiden saat itu tidak dibenarkan hukum serta tidak patut ditiru. Apalagi, terkait kejadian yang menimpah salah satu wartawan Jubi, Abeth You. Kapolres Sony pada
kesempatan itu atas nama institusi Polri memohon maaf kepada para korban dan
menegaskan akan memproses hukum anggotanya yang melakukan tindakan tak terpuji
tersebut sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Sony Sanjaya tak lupa memohon maaf atas kejadian tersebut dan kembali menekankan bahwa kejadian
itu tidak dibenarkan hukum. Soal hal lain seperti sebab musabab kejadian
diakuinya saat ini masih dalam proses penyelidikan. Hal ini juga ditegaskan Sujono Kasubit Paminal Polda Papua. Dia menjelaskan bahwa terkait
anggota yang melakukan tindakan pada saat kejadian debat kandidat putaran kedua
Pilkada Deiyai itu sudah ditangani pihak Propam Polda Papua. “Besok kalau tidak ada halangan kedua terduga anggota Polri Polres Nabire akan dibawah ke
Polda Papua guna pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya. Sementara itu, terkait soal protap pengamanan debat kandidat Pilkada Deiyai itu dan menyangkut
id card (tanda pengenal) yang diperbolehkan masuk, pada prinsipnya pihak Polres
hanya mengamankan jalannya debat dan permintaan dari pihak penyelenggara.
Artinya, pihak Polres Nabire tidak ada kepentingan apapun terkait hal tersebut. Sementara itu, dari pihak KPU Deiyai Medex Pakage mengharapkan insiden yang terjadi itu tidak
menganggu tahapan selanjutnya Pilkada Deiyai bulan Juni 2018 mendatang. Karena menurutnya, soal id card yang jadi persoalan awal saat ini sudah disampaikan
ataupun diberitahukan kepada semua pihak yang ada di Deiyai. Termasuk Paslon
Bupati dan Wakil Bupati Deiyai sampai ke masyarakat yang ada di Deiyai. Korban pemukulan Mando Mote yang hadir pada saat itu pada prinsipnya meminta keadilan. Dalam
arti, pelaku tetap diproses hukum sesuai aturan berlaku. Dan hal itu juga
Kapolres Sony dalam pengantarnya dan keterangan secara tegas menyatakan akan
memproses siap saja yang melakukan tindakan yang tidak sesuai hukum di daerah
ini. (wan)
Bagikan artikel ini



