Tak Selesai Dibangun USB SMPN 1 Moora, Kementerian Pendidikan Tolak Serahterima
NABIRE - Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 1 Moora dan SMPN 1 Wapoga dibangun bersamaan pada tahun 2016/2017. Namun dari dua US
NABIRE - Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 1 Moora dan SMPN 1 Wapoga dibangun bersamaan pada tahun 2016/2017. Namun dari dua USB ini hanya SMPN 1 Wapoga yang bisa selesai dibangun sesuai gambar dan rab. Sementara USB SMPN 1 Moora hingga saat ini sudah meluluskan dua angkatan lulusan, terlihat ada sejumlah bagian dari bangunan yang belum selesai dibangun.
Dan pada tahun 2019 lalu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire secara langsung menemui pihak Kementerian Pendidikan Nasional guna meminta adanya serahterima dua gedung USB tersebut. Namun pihak kementerian tetap menolak. Dengan alasan kedua USB itu merupakan salah satu paket bangunan yang harus keduanya tuntas dibangun. Tetapi ada USB yakni SMPN 1 Moora yang belum selesai 100 persen.
“Bagi USB SMPN 1 Moora diharapkan kontraktornya kembali dan menyelesaikan bangunan tersebut,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (31/5) di rungan kerjanya.
Sebab dengan penundaan penyelesaian bangunan USB SMPN 1 Moora akan berdampak pada batuan rehab maupun bantuan lain bagi SMPN 1 Moora. Sepanjang belum ada surat serah terima bangunan antara Pemda Kabupaten Nabire dan Kementerian Pendidikan RI.
Untuk itu selaku kepala dinas meminta kepada pihak kontraktor agar secepatnya kembali dan menyelesaikan sisa–sisa bangunan USB SMPN 1 Moora yang hingga kini belum diselesaikan. Agar kedepannya ada bantuan yang berkelanjutan dari Kementerian Pendidikan RI atau Pemerintah Pusat, bagi kemajuan pendidikan di daerah ini.
Sementara itu di tempat terpisah, kepala SMPN 1 Wapoga, Charles Saroy yang ditemui Papuapos Nabire menuturkan, untuk bangunan USB SMPN 1 Wapoga telah selesai dibangun sesuai dengan gambar dan rap. Sehingga untuk saat ini, selaku kepala sekolah hanya meminta bantuan dan perhatian dari Pemda melalui Dinas Pendidikan. Agar membantu bangunan rumah guru, asrama, rumah jabatan kepala sekolah dan bangunan pagar keliling tanah milik sekolah.
Sebab dengan adanya tambahan guru-guru kontrak yang ditugakan ke SMPN 1 Wapoga, rumah guru yang tidak tersedia, sehingga pihaknya terpaksa titipkan guru di rumah-rumah masyarakat dengan cacatan bersifat sementara. (des)
Bagikan artikel ini



