Tak Mudah Tingkatkan IPM di Kabupaten Intan Jaya
SUGAPA - Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menyadari dengan kondisi dan situasi Kabupaten Intan Jaya, tidaklah mudah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mengejar ketertinggalannya dengan daerah lain. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah hal. Diantaranya, wilayah yang cukup luas dengan topografi bergelombang sampai bergunung-gunung. Aksesibilitas daerah yang sangat rendah. Penyebaran penduduk yang terpercar tidak merata. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Himpitan kemiskinan serta kondisi keamanan yang kurang konduusif.

SUGAPA - Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menyadari dengan kondisi dan situasi Kabupaten Intan Jaya, tidaklah mudah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mengejar ketertinggalannya dengan daerah lain. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah hal. Diantaranya, wilayah yang cukup luas dengan topografi bergelombang sampai bergunung-gunung. Aksesibilitas daerah yang sangat rendah. Penyebaran penduduk yang terpercar tidak merata. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Himpitan kemiskinan serta kondisi keamanan yang kurang konduusif.
Hal ini disampaikan dalam sambutan Pj Bupati Intan Jaya, Dr. Zakharias Marey, S.Sos, MT yang disampaikan melalui Sekda Asir Mirip, pada pembukaan Forum Komunikasi Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan di Intan Jaya, Jumat (27/9/24) di Sugapa.
Dikatakan, untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM masyarakat Intan Jaya tentu tidaklah cukup dengan menjalankan pelayanan pendidikan yang biasa-biasa saja dengan cara dan pola yang selama ini dijalankan. Namun haruslah dengan strategi yang baru. Terobosan pelayanan pendidikan harus dicari sesuai dengan karakteristik masyarakat Intan Jaya. Pemrintah daerah tidak boleh menerima kondisi yang ada harus dicari solusi yang baik dan cocok.
“Kehadiran kita di forum ini adalah untuk mendiskusikan strategi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Intan Jaya. Dengan kehadiran kita bersama untuk menggali saran masukan sehingga untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Intan Jaya dapat kita peroleh strategi yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dalam peningkatan kualitas pelayanan pendidikan,” ujarnya.
Dirinya berharap semua yang hadir memberikan saran masukan sehingga dokumen yang akan dihaslikan berkualitas baik, dan menjadi refresnsi bagi pemerintah daerah dalam mengelola pendidikan. Khusus yayasan pengelola pendidikan kiranya memberikan masukan ke pemerintah daerah. Sehingga kebersamaan ini akan lebih mempercepat strategi apa yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah. Untuk situasi dan kondisi Kabupaten Intan Jaya saat ini harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang merata diseluruh wilayah Kabupaten Intan Jaya.
Dituturkan, Kabupaten Intan Jaya sudah hadir ditengah-tengah kita, inilah kebun bersama. Kemajuan, kesejahteraan, wibawa dan harga diri haruslah didapatkan dimulai dari kabun ini. Jika pendidikan tidak berjalan dengan baik, jika masyarakat ogah atas pentingnya pendidikan, tidak tertutup kemungkinan yang mengurus kebun ini bukanlah generasi penerusnya tetapi saudara-saudara dari luar kebun.
“Kesempatan ini saya minta agar semua anak-anak kita pada usia pendidikan harus bersekolah. Dinas pendidikan kabupaten harus bekerja keras bagaimana roda pelayanan pendidikan di Kabupaten Intan Jaya dapat berjalan dengan baik. Kita harus berprinsip bahwa kepintaran, kemapuan dan kesejahteraan kita ini adalah kita pinjam dari anak cucu kita, untuk itu anak cucu kita harus lebih baik dan sukses dari kita,” ujarnya. (ros)
Bagikan artikel ini



