Tak Gunakan Bahan Berkualitas, Sejumlah Rombel SMPN 6 Rusak Berat
NABIRE - Ditemukan ada sejumlah Rombongan Belajar (Rombel/kelas) di SMP N 6 Nabire yang terletak di Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, mengalami kerusakan berat mulai dari atap daun seng hingga lantai yang tidak berkeramik tehel. Kerusakan pada sejumlah Rombel SMP N 6 ini dipastikan kayu yang digunakan untuk pembangunan gedung kelas tidak dari bahan kayu yang berkualitas yang bisa bertahan lama.

NABIRE - Ditemukan ada sejumlah Rombongan Belajar (Rombel/kelas) di SMP N 6 Nabire yang terletak di Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, mengalami kerusakan berat mulai dari atap daun seng hingga lantai yang tidak berkeramik tehel. Kerusakan pada sejumlah Rombel SMP N 6 ini dipastikan kayu yang digunakan untuk pembangunan gedung kelas tidak dari bahan kayu yang berkualitas yang bisa bertahan lama.
Dan juga pada lantai dasar sekolah mulai dari dalam ruangan kelas hingga teras depan dan belakang juga mengalami kerusakan berat. Dipastikan pula dari bahan campuran adukan semen juga tidak sesuai takaran campuran yang benar.
Kepala SMP N 6 Nabire, Dorhana Merani, S.Pd yang ditemui Papuapos Nabire, Sabtu (28/10/23) mengatakan, kerusakan di sejumlah ruangan kelas cukup memprihatinkan. Dirinya selaku kepala sekolah bersama dewan guru telah mengambil kebijakan. Ada kerusakan dinding antar kelas, terpaksa diganti dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bersama pihak komite sekolah.
Sehingga kegiatan rehab ringan yang sedang dilakukan oleh pihak sekolah bersama komite, semuanya tentu berdasarkan kesepakatan dan ketersediaan dana. Dengan demikian kerusakan berat tidak mungkin akan menjadi tanggung jawab pihak sekolah.
Dan lebih ironis lagi pada ruangan Laboratorium IPA, terlihat ada tulisan rehab pada tahun 2015 dengan sumber dana DAK. Namun penjelasan dan pengakuan kepala sekolah, gedung ini tidak direhab lantai atau kayunya. Tetapi hanya dicat kembali saja, maka saat ini telihat gedung laboratorum juga mengalami kerusakan dari atap hingga lantai.
Sementara itu Kepala SMPN 6 juga mengeluhkan hingga saat ini SMP N 6 tidak memiliki ruangan Laboratorium Komputer. Sementara sejumlah perangkat komputer sekolah telah tersedia dan dititipkan pada salah satu ruangan. (des)
Bagikan artikel ini



