Tak Dapat Proyek, Pengusaha OAP Palang Kantor Dinas Pendidikan
NABIRE - Karena tidak mendapatkan bagian proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Kamis (12/8/21), beberapa pengusaha Orang Asli Papua (
NABIRE - Karena tidak mendapatkan bagian proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Kamis (12/8/21), beberapa pengusaha Orang Asli Papua (OAP) melakukan pemalangan Kantor Dinas Pendidikan.
Pada spanduk yang dibuat tertulis “Kami anak adat datang secara sopan kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan untuk meminta Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK). Tetapi kami merasa bahwa OAP sangat tidak dihargai, sehingga kedatangan kami juga dengan pakaian kengkap Badan Nusyawarah Adat (BMA) yang bertindak sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri, kenapa tidak dihargai.”
Pemalangan dilakukan pada pagi hari pukul 06.30 WIT dengan melakukan pemalangan pada 3 titik. Yakni pada kantor induk dan juga pada dua rungan dari bidang SMA/SMK dan juga bidang SD dan Pendidikan Non Formal.
Setelah melakukan pemalangan, beberapa anggota BMA berdiri di seputar halaman kantor dinas. Hingga bertemu langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd.
Saat diskusi di seputar halaman kantor dinas, akhirnya disepakati palang dibuka dan dilanjutkan dengan pertemuan antara kepala dinas dan BMA di ruangan kepala dinas.
Pada pertemuan itu, perwakilan BMA, Melkizedek Rumawi bersama Agus Auparay dan beberapa anggota BMA langsung ke ruangan kepala dinas bersama Sekertaris Dinas Pendidikan, Petrus Sadi, S.Ip, MAP.
Dalam pertemuan tersebut, Melkizedek Rumawi mengatakan, OAP juga harus mendapatkan paket proyek yang ada di Dinas Pendidikan. Karena pihaknya ingin ada pemberdayaan bagi para pengusaha orang Papua.
“Sehingga pada hari ini kami mengambil sikap untuk palang Kantor Dinas Pendidikan biar ada perhatian dalam pembagian proyek, karena kami tidak ingin orang Papua menjadi penonton. Untuk itu kami meminta ada sikap tegas dari kepala dinas biar ada solusi yang terbaik atas pembagian proyek, sebab kinerja Dinas Pendidikan tergantung keputusan hari ini,” ujarnya.
Lanjut dia, pengusaha OAP minta agar pada 13 paket proyek yang telah ditender. Dirinya berharap ada pengusaha OAP yang masuk menjadi sub kontraktor, karena selaku pengusaha OAP juga ingin pelayanan yang terbaik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang menjelaskan, pihaknya hadir untuk melayani, untuk itu diharapkan ke depan ada perbaikan.
Kata dia, jika ada paket kegiatan proyek di tahun–tahun mendatang dipastikan untuk kita akan duduk bersama. Sebab paket kegiatan 13 proyek itu dilakukan tender murni yang tidak bisa diintervensi.
Dan akhir dari pertemuan itu telah disepakati, semua paket kegiatan atau proyek yang bersumber dari Dana Otonomisasi Khusus (OTSUS) harus diberikan kepada pengusaha OAP. (des)
Bagikan artikel ini



