Tak Cukup Rombel, SMPN 2 Wanggar Gunakan Bekas Bangunan Kantin
NABIRE - Tidak cukup ruang untuk Rombongan Belajar (Rombel) untuk menjawab keberlansungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), akhirnya SMP Negeri 2 Wanggar yang berada di Kampung Kali Semen Distrik Nabire Barat menjadikan bekas bangunan kantin direhab dan dijadikan salah satu ruang kelas untuk proses KBM bidang studi Agama.

NABIRE - Tidak cukup ruang untuk Rombongan Belajar (Rombel) untuk menjawab keberlansungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), akhirnya SMP Negeri 2 Wanggar yang berada di Kampung Kali Semen Distrik Nabire Barat menjadikan bekas bangunan kantin direhab dan dijadikan salah satu ruang kelas untuk proses KBM bidang studi Agama.
Sementara untuk diketahui bahwa SMPN 2 Wanggar ini telah ada semenjak awal tahun 1980-an dan hingga saat ini didukung oleh 5 Sekolah Dasar (SD) penyangga yang tentunya setiap awal tahun pelajaran pasti ada peningkatan jumlah murid, sehingga dari 19 ruangan kelas yang ada tidak mungkin dapat menampung semua murid yang jumlahnya mencapai 500 murid.
Sehingga dari 19 ruangan kelas yang ada itu, untuk kelas IX atau kelas 3 dipararel menjadi 6 kelas, sementara kelas VIII atau kelas 2 dipararel menjadi 7 kelas dan kelas VI atau kelas I juga dipararel menjadi 6 kelas, dengan demikian ke depan SMPN 2 Wanggar di Kampung Kali Semen, Ibukota Distrik Nabire Barat membutuhkan tambahan 4 hingga 5 kelas baru lagi.
Demikian dikatakan Kepsek SMPN 2 Wanggar, Masrah, S.Pd.,MM kepada Papuapos Nabire, Senin (21/10/2024) di ruang kerjanya seraya menambahkan, dengan dukungan 5 SD penyangga dipastikan setiap awal tahun pelajaran ada jumlah murid yang membludak masuk di SMPN 2 Wanggar, namun jumlah ruangan kelas yang ada atau tersedia sangat terbatas.
Untuk itu diharapkan kepada Pemerntah Daerah (Pemda) Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan agar ke depannya memberikan perhatian ke SMPN 2 Wanggar dengan tambahan pembangunan ruangan kelas baru, sehingga semua murid belajar di ruang kelas yang sangat layak dan tidak lagi menggunakan bangunan bekas kantin seperti saat ini.(des)
Bagikan artikel ini



