NABIRE - Hingga memasuki awal tahun pelajaran 2026/2027 ini tercatat SD Negeri/Inpres Siriwini memiliki 27 ruang kelas, namun jumlah ruangan kelas sebanyak ini tidak mencukupi jumlah murid yang ada. Di mana jumlah murid secara keseluruhan di SDN/Inpres Siriwini hingga saat ini berjumlah 670 murid.

Karena dari data yang diterima wartawan Papuapos Nabire, ternyata pada kelas III dan kelas V itu, kelasnya pararel hingga 4 kelas, sehingga tercatat ada 8 kelas yang dikhususkan bagi kelas III dan kelas V yang jumlah muridnya sangat banyak dan pembagian murid di dua kelas ini disesuaikan dengan data Dapodik.

Sehingga dari 98 murid kelas II yang nantinya masuk siang, setelah kelas satu pulang sekolah pada jam 10 pagi, dengan demikian anak-anak kelas II ini mengikuti pelajaran hingga jam 12.30 WIT dan pulang bersamas-ama dengan kakak kelasnya. Untuk itu, ke depan SDN/Inpres Siriwini tidak akan menerima murid pindahan.

Demikian dikatakan Kepala SDN/Inpres Siriwini, Yunus Samaa, S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Kamis (6/8/26) di ruang kerjanya, seraya menambahkan ke depan untuk menormalkan semua kelas, pihak sekolah akan membatasi penerimaan murid pindahan, karena penerimaan murid dengan berpedoman pada domisili saja sudah kebanjiran murid baru.

Untuk itu, dalam penerimaan murid baru di awal tahun pelajaran 2026/2027 kemarin pihak sekolah telah membatasinya dengan melihat pada domisili anak melalui Kartu Keluarga (KK). Sebab boleh dikatakan SDN/Inpres Siriwini juga telah berada di kawasan padat penduduk, sehingga pihak sekolah mengambil kebijakan dengan mengutamakan murid seputar sekolah dan membatasi penerimaan murid pindahan sebagai solusi.

Sehingga diharapkan ke depan ada perhatan dari Pemerintah Kabupaten Nabire melalui dinas pendidikan, guna menjawab lonjakan jumlah murid baru di awal tahun pelajaran. “Sebab kami menolak pun pasti disalahkan, karena semua anak usia sekolah mempunyai hak untuk mendapatkan layanan Pendidikan,” tandasnya. (des)