Tak Ada Meubeler, Ruangan Kepsek dan Dewan Guru SMPN 1 Mora Tak Difungsikan
NABIRE – Berdasarkan informasi yang diterima Papuapos Nabire, akhirnya Kamis (27/5/21) wartawan turun lapangan melihat dari dekat, ter
NABIRE – Berdasarkan informasi yang diterima Papuapos Nabire, akhirnya Kamis (27/5/21) wartawan turun lapangan melihat dari dekat, ternyata benar pada ruangan jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) dan ruangan dewan guru SMPN 1 Distrik Mora Kampung Hariti tidak ada meubeler.
Sehingga kepala sekolah dan dewan guru harus duduk bergabung di salah satu Rungan Kelas (RK) yang dijadikan ruangan kepala sekolah dan dewan guru. Sementara kursi dan meja tidak tersedia, akhirnya meja dan kursi milik siswa digunakan.
Sedangkan sangat ironis sekali pada ruangan jabatan kepala sekolah yang dibangun, hanya dengan ukuran 2X3 meter. Sehingga semenjak dibukanya SMPN 1 Moora dengan pergantian dua orang yang menjabatan Kepsek, ruangan tersebut tidak digunakan.
Untuk itu Kepala SMPN 1 Moora, Daud Buiney, M.AP yang ditemui Papuapos Nabire di Kampung Hariti mengatakan, ruangan jabatan Kepsek itu tidak bisa digunakan. Ealaupun dilengkapi fasilitas meubeler yang sangat lengkap.
Sebab dengan ukuran yang sangat kecil dan terbatas itu tidak mungkin seorang kepala sekolah bisa dengan leluasa mengerjakan tugas-tugas kepala sekolah. Perbandingan antara ruangan Kepsek dan ruangan WC, sangat lebih layak ruangan WC yang sangat luas.
Selain itu selaku kepala sekolah yang kedua sangat menyayangkan pada ruangan kerja Kepsek dan juga ruangan dewan guru tidak dilengkapi dengan meubeler berupa kursi dan meja. Sementara tugas selaku guru sangat banyak dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak atau murid.
Untuk itu selaku Kepala SMPN 1 Moora meminta agar Kepala Dinas dan Kepala Bidang SMP agar tidak hanya menjangkau atau melihat sekolah lain saja. Tetapi harus menyempatkan waktu berkunung ke SMPN 1 Distik Moora yang terletak di Kampung Hariti.
Karena SMPN 1 Moora yang dibangun megah tetapi ada banyak hal yang hingga saat ini belum dilengkapi. Termasuk meubeler bagi kepala sekolah dan juga para guru. Sehingga dua ruangan ini sejak dibangun hingga saat ini tidak difungsikan. (des)
Bagikan artikel ini



