Tahun Ini DLH Rencanakan Pemindahan TPA ke Samabusa dan Lagari
NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire tengah serius menggarap rencana strategis terkait pengelolaan sampah di wilayahnya. Pada tahun 2026 ini, DLH menargetkan pemindahan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) dari Karadiri ke lokasi baru di Samabusa dan Lagari.
Rencana ini merupakan tindak lanjut dari survei lokasi yang telah dilakukan sejak dua tahun lalu, di mana fokus utama tahun ini adalah penyelesaian proses pembebasan lahan yang juga didukung dengan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT, menjelaskan langkah ini diambil karena Karadiri ke depannya diproyeksikan menjadi wilayah pusat pemerintahan. "Bagaimanapun kita harus merubah wajah TPA di Karadiri. Namun, kami tidak akan menutupnya secara total, melainkan menaikkan statusnya menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) agar lebih ramah terhadap tata kota yang baru," ungkap Arfan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/01/2026).
Keputusan untuk tidak menutup total TPA Karadiri didasari oleh pertimbangan teknis dan keamanan lingkungan yang sangat ketat. Arfan menekankan, proses penutupan sebuah TPA membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni antara 15 hingga 25 tahun.
Hal ini disebabkan oleh kandungan gas metan di dalam tumpukan sampah yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia jika lahan tersebut dialihfungsikan secara terburu-buru untuk aktivitas publik.
Terkait kondisi saat ini, Arfan mengakui pengelolaan TPA Karadiri masih menghadapi sejumlah kendala fasilitas. Akibat adanya efisiensi anggaran, saat ini di lokasi tersebut belum tersedia pos penjagaan maupun fasilitas kantor yang memadai. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan dalam menjalankan pengawasan dan administrasi pengelolaan sampah secara maksimal setiap harinya.
Guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah, DLH Nabire proaktif mencari terobosan pendanaan dari pemerintah pusat. Arfan menyatakan pihaknya tengah menyusun proposal yang akan diajukan ke kementerian terkait melalui jalur DPR RI.
Harapannya, pengadaan fasilitas pendukung TPA maupun TPST nantinya dapat dibantu melalui kucuran dana APBN agar standar pengelolaan sampah di Nabire dapat meningkat secara signifikan.
Selain mengandalkan bantuan pusat, DLH juga terus membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait di tingkat lokal. Upaya kolaboratif ini dilakukan untuk mencari solusi cepat dan tepat guna mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Nabire dalam bidang kebersihan.
Arfan optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid, transisi pengelolaan sampah dari TPA Karadiri menuju lokasi baru akan berjalan sesuai rencana.(sam)
Bagikan artikel ini



