NABIRE - Diprediksi, mulai pertengahan tahun 2016, akses lewat jalan darat antara Kabupaten Paniai dan Intan Jaya akan terbuka. Sebab diperkirakan  akhir Maret 2016, pembangunan jalan darat ruas Enarotali – Ilaga akan tembus ke Distrik Daweida Kabupaten Intan Jaya yang berada di tapal batas antara Paniai dan Intan Jaya.Kepala Distrik Agadide, Kabupaten Paniai, Yulianus Kogopa, SH saat ditemui media ini di Bumiwonorejo, Senin (16/11) mengatakan pembangunan jalan darat, membuka isolasi daerah di wilayah Timur Kabupaten Paniai, sementara ini sudah sampai di Kampung Dauwagu dari Enarotali. Diperkirakan, bulan Februari atau Maret jalan sudah sampai tembus Magataka, ujung dari wilayah ulayat suku Mee. Sementara di bagian lain, kawasan sekitar Ekadide, jalannya sudah selesai dikerjakan. Apabila ruas jalan dari Enarotali lewat Kampung Yagai sudah tiba di Komopa sebagai Ibukota Distrik Agadide,  tidak lama lagi akan tembus Distrik Homeo, Kabupaten Intan Jaya.Kogopa menambahkan, sesuai dengan janji Bupati Paniai, Hengky Kayame pada awal kepemimpinannya untuk mau membuka isolasi daerah di kawasan Timur Paniai yang selama ini terisolasi dengan hubungan darat, mulai akan terjawab pada awal tahun depan antara bulan Februari dan Maret ketika jalan darat dari Ibukota Kabupaten Paniai, Enarotali sudah tembus Komopa.Ia menambahkan, untuk mewujudkan janji Bupati Kayame, jalan yang tembus ke Komopa akan membuka jalur Kampung Yagai ke Kampung Kebo untuk selanjutnya ke Distrik Bogobaida daerah Siriwo yang pada akhirnya menuju ke Jalan Trans Papua ruas Nabire  - Enarotali di KM 117.Kepala Distrik Agadide ini menambahkan, ketika jalan dari Yagai ke Bogobaida menuju KM 117 ini terbuka, jalan ini akan menjadi jalan alternatif dari Paniai ke Nabire atau sebaliknya dari Nabire ke Paniai. Dengan terbukanya jalur ini, kata Kogopa, Komopa akan menjadi sentral antara Paniai dan Intan Jaya. (ans)