NABIRE – Merasa susah untuk mendapatkan BBM subsidi (solar, red), para sopir angkutan yang tergabung dalam Komunitas Sopir Lintas Nabire Papua mengadu ke wakil rakyat, DPRD Nabire.

Perwakilan sopir lintas diterima oleh anggota Dewan, Mercy Kegou, Sambena Inggeruhi, Salmon Pigai, dan sejumlah wakil rakyat lainnya.

Seusai menerima aspirasi, Sambena Inggeruhi, Salmon Pigai, Rohedi M. Cahya saat ditemui media ini di Kantor Dewan, membenarkan hal itu.

Seperti dikatakan Sambena Inggeruhi, tadi ada dua pihak yang menyampaikan aspirasi ke Dewan dan muncul bersamaan walaupun aspirasnya berbeda.

Perwakilan sopir lintas menyampaikan aspirasi terkait susahnya mendapatkan solar untuk operasional kendaraannya.

Sementara perwakilan sopir truk pekerja penimbunan Bandara Karadiri, mengusulkan kenaikan ongkos angkut dan penambahan jatah solar dalam setiap ret pengangkutan timbunan.

Lanjut Sambena, perwakilan sopir lintas menyampaikan ke Dewan terkait dengan BBM subsidi dalam hal ini jenis solar.

Dengan persoalan yang mereka hadapi, sulit mendapatkan solar subsidi, mereka berharap agar pertemuan yang sudah dimulai tahun lalu bisa ditindaklanjuti.

Respon DPRD terhadap aspirasi soal BBM subsidi jenis solar itu, kata Sambena Inggeruhi, persoalan ini sebenarnya di waktu yang lalu sudah menjadi bahan diskusi dan rencana akan dibuat tim bersama untuk menindaklanjuti persoalan ini.

Hanya saja lantaran situasi pandemic Covid-19 berimbas hal ini belum ditindaklanjuti.

“Tapi dalam satu dua hari kedepan kami akan disuksi, kita akan pikir sama-sama, dan kita cari jalan keluar terkait dengan BBM subsidi ini.

Kita juga resah dengan antrian panjang di jalan sekitar SPBU, kok setiap hari antri terus, BBMnya dipakai untuk apa ? itu nanti kita sama-sama pikir dan cari solusinya,” ujarnya.

Menurut Ketua Komunitas Sopir Lintas Nabire Papua, Candra, untuk masalah kuota BBM subsidi dianggap sudah mencukupi.

Hanya saja, yang menjadi persoalan sekarang adalah penyaluran yang dianggap tidak sesuai kepada yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi ini. 

“Kami sopir-sopir lintas ini terkadang ketika turun langsung tidur di sekitar temapt pengisian SPBU untuk jaga mobil antri.

Kami tidak istirahat baik-baik.

Karena ketika kita tidak langsung antri di SPBU, tidak akan dapat solar.

Bahkan ada yang sudah antri pun bisa tidak dapat solar.

  Itu yang kami minta solusi dari DPRD seperti apa,” ujarnya ketika diwawancarai wartawan seusai aksi.

 

Dengan sulitnya sopir lintas mendapatkan BBM subsidi jenis solar ini, dirinya menduga ada penyelewenangan soal BBM subsidi ini.

“Kami pengguna yang betul-betul membutuhkan BBM subsidi itu tidak tercover secara baik,” tambahnya. 

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya berharap akan ada solusi atas persoalan yang dikeluhkan para sopir lintas itu. (ros)