DOGIYAI – Paniai dulu (warga Koteka dan Moge) Meepago, spontanitas terbuka kepada Lukas Enembe Gubernur Papua sekarang meminta agar Natalis Degei, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Setda Kabupaten Dogiyai saat ini digandeng sebagai Bakal Calon (Balon) Wakil Gubernur dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) periode 2017 – 2021 mendatang. Pamor yang berpengaruh di tengah masyarakat  dengan karier di bidang pemerintahan, termasuk berpengalaman dalam kepangkatan, akuntan dan keuangan sehingga warga Meepago memberikan dukungan kepada salah satu pejabat ANS dalam pemerintahan ini.  Warga Meepago yang diakui dalam masyarakat, mempunyai Sumber Daya  Alam (SDA), sumber daya bahan mentah ada di wilayah pengunungan. Lukas Enembe ketika didukung wilayah Lapago merupakan investasi besar kedepan ada di wilayah bagian pegunungan.  “Meepago dan Lapago memiliki wilayah dataran lebih besar. Sumberdaya alam pemerintah daerah yang ada sekarang di daerah ini masih jauh tertinggal, masih banyak  persoalan sosial dan ekonomi yang belum diselesaikan, sehingga ketika Gubernur Lukas Enembe saat ini mengandeng Natalis Degai, maka kebijakan pimpinan di daerah yang belum terselesaikan selama ini bisa dituntaskan menuju kebijakan gubernur, yakni program Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera,” terang beberapa sumber yang dapat dipercaya belum lama ini. Dukungan terkait permintaan dan harapan kepada Lukas Enembe untuk mengandeng Natalis Degei  sebagai Balon Wakil Gubernur Papua mendatang ini juga datang dari, Lukas Dumapa selaku wakil intektual Dogiyai dan Aleksander Pakage Sekum Dewan Adat wilayah Dogiyai.  Dumapa dan Pakage menyampaikan, tak mengurangi akademisi pejabat pemerintah (ANS), kerukunan lainnya. Dalam diskusi mencari figur pemerintah ada perubahan pembangunan di tengah masyarakat, yang tegas, berani dan jujur dengan rakyat yang dipimpinnya. Dumapa dan Pakage sebutkan ada nama beberapa tokoh populer, diantarannya Agus Zaienal, Sarteus Wanma. Pejabat pemerintah ada nama baik di masyarakat, di mata mereka semua warga adalah keluarga, tak ada perbedaan, tegas dan jujur itu.  Maksud Dumapa dan Pakage, dari rumah sendiri kampung, distrik, kabupaten dan tingkat propinsi, Gubernur Papua saat ini tentunya paham pejabat karier di daerah 50 persen masalah pembangunan ada di daerah dan soal SDA pun ada di daerah mulai dari kawasan perbatasan Nabire, Paniai, Timika Mapia tembus Kaimana dan Timika, Wamena dan Jayapura dalam perencanaan.  Birokrat dan politik warga Mepago, sebut Dumapa dan Pakage ada nama Muhamad Yhudit Kotouki, anggota  DPR-RI. Warga usul baik, bila Lukas Enembe gandeng Natalis Degei mendampingi untuk lima tahun kedepan, Papua kalau bukan Wagub karier dan pengalaman salah satu Kepala Biro (Karo) di propinsi sebagai jabatan penghargaan  oleh negara. (don)