Sudah 12 Tahun Berdiri, STT WPJ Kampus V Dogiyai Keadaan Masih Memprihatinkan
DOGIYAI – Sekolah Tinggi Theologi Walter Post Jayapura (STT WPJ) Kampus V di Dogiyai masih berjalan ditempat. Sejak berdiri 12 tahun yang lalu, keadaan masih memprihantikan. Tidak ada pihak satupun yang perhatikan sekolah tersebut.Hal itu disampaikan Ketua Sekolah STT WP Ja
Bagikan
DOGIYAI – Sekolah Tinggi Theologi Walter Post Jayapura (STT WPJ) Kampus V di Dogiyai masih berjalan ditempat. Sejak berdiri 12 tahun yang lalu, keadaan masih memprihantikan. Tidak ada pihak satupun yang perhatikan sekolah tersebut.Hal itu disampaikan Ketua Sekolah STT WP Jayapura Kampus V Dogiyai, Marthen Keiya, kepada wartawan, di Moanemani, Dogiyai.Ia mengakui, sejak berdirinya sekolah Theologi tersebut, belum ada pihak yang tergerak untuk memberikan bantuan kepada sekolah tinggi tersebut. Pemerintah Dogiyai juga tidak pernah buka mata untuk melihat keadaan itu.Kata dia, harusnya banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan pihaknya. Terlebih tempat belajar. “Kalau tenaga pengajar kami hanya tetapkan lima orang saja. Kondisi kami tidak punya dana yang cukup untuk membiayai tenaga penagajar,” ujarnya.
Dirinya merasa bersyukur karena semua tenaga pengajar yang ada sudah jadi pegawai. Sehingga mereka mengajar secara sukarela.Demi menunjang jalannya kegiatan, pihak sekolah hanya harapkan dari SPP yang akan dibayarkakn mahasiswa. “Sehingga kami selalu tekankan kepada mahasiswa agar bayar SPP tepat waktunya,” kata dia.“Kalau kami bangun tempat kuliah juga, masyarakat disini datang meminta uang kepada kami. Hal itu membuat kami kesulitan,” ujarnya.Lanjutnya, kami sudah menghadap kepada Pemda Dogiyai dan sudah berulang kali sempat sampaikan kepada mereka tapi tidak ada tanggapan. Seraya menambahkan, padahal sekolah ini sudah ada sebelum kabupaten ada, jadi setidaknya Pemda sudah tahu.Hingga saat ini, ujar dia, tidak ada perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai. Maka itu, ia berharap, kedepan ada pihak yang bisa berikan bantuan kepada mereka, terutama pemerintah Dogiyai. Mahasiswa semester VI, jurusan PAK, Marthen Dogomo, mengatakan, dirinya bersama semua mahasiswa yang memilih menempuh pendidikan pada sekolah tersebut kesulitan mendapat banyak informasi. “Tidak ada buku bacaan. Perpustakaan juga tidak ada. Pokoknya banyak kekurangan,” katanya.Ia meminta kepada pihak sekolah agar berusaha untuk pengadaan berbagai prasarana yang menunjang proses belajar mengajar. (ris)
Bagikan artikel ini



