Strategi Supervisi dan Perbaikan Manajemen RSUD Nabire
NABIRE - Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berupaya menyusun strategi yang sistematis dan terukur.

NABIRE - Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berupaya menyusun strategi yang sistematis dan terukur.
Beberapa pendekatan yang sedang dipertimbangkan antara lain, supervisi dan audit internal, bertujuan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap tata kelola rumah sakit dan memastikan pelayanan sesuai standar serta mengoptimalkan operasional RSUD tanpa mengubah kepemilikan manajemen
"Pendampingan operasional, di mana Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat berkontribusi lebih dalam dalam sistem pengelolaan dan peningkatan efisiensi pelayanan kesehatan. Evaluasi skema pengelolaan jangka panjang, dengan mempertimbangkan mekanisme terbaik bagi keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes., CH.Med.,CHt, Senin (26/5/2025).
Sebagai langkah awal, supervisi yang akan dilakukan terlebih dahulu guna memahami kondisi di lapangan, termasuk aspek manajemen, pelayanan serta sistem keuangan RSUD Nabire.
Lanjutnya, audit internal juga menjadi bagian penting dari proses ini, untuk mengidentifikasi tantangan utama serta menyusun rekomendasi strategis bagi perbaikan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Gubernur Provinsi Papua Tengah merekomendasikan kepada Bupati Nabire sebagai pemilik RSUD Nabire untuk melakukan audit internal melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kantor Akuntan Publik (KAP), atau lembaga independen lainnya.
Audit ini bertujuan untuk menilai aspek manajemen keuangan, efisiensi operasional, transparansi distribusi obat serta kepatuhan terhadap standar pelayanan kesehatan.
"Untuk memastikan supervisi berjalan optimal, tim yang solid dan kompeten akan dibentuk, terdiri dari tenaga ahli di berbagai bidang, termasuk kesehatan, administrasi, dan manajemen keuangan," kata dr. Agus.
Dirinya menegaskan, tim ini akan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan langkah-langkah perbaikan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan aspek transparansi dan akuntabilitas.
"Pendekatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait sistem pelayanan RSUD Nabire dan mengarahkan upaya perbaikan berdasarkan data yang valid dan evaluasi menyeluruh. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan rumah sakit dapat terus meningkatkan kualitas layanannya bagi masyarakat," tutupnya.(edi/ist)
Bagikan artikel ini



