NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire mengambil langkah progresif dalam memerangi polusi sampah plastik sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Strategi komprehensif untuk tahun mendatang ini diungkapkan langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST.,MT, saat diwawancarai di acara persidangan Klasis Jemaat GPI Papua Efrata Nabire, Minggu (25/05/2025).

Fokus utama DLH Nabire adalah mengurangi secara signifikan penggunaan kantong plastik. Dalam upaya ini, Bupati Nabire telah menginstruksikan pembatasan ketat terhadap kantong plastik, yang akan diganti dengan penggunaan noken. Noken, tas rajutan tradisional Papua, dipilih karena sifatnya yang dapat digunakan berulang kali, menawarkan solusi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar pengurangan sampah, inisiatif ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Penggunaan noken secara masif diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan Mama-mama Papua yang selama ini bergantung pada penjualan noken. "Ini adalah cara kami membantu Mama-mama Papua yang hari ini berjalan nokennya itu bisa mereka pendapatan yang bagi mereka," jelas Arfan Natan Palumpun.

Strategi ini bukan tanpa dasar. DLH Nabire baru saja menggelar aksi ‘Gerebek Sampah’ di Pantai Gedo kemarin, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada bulan Juni 2025 nanti.

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan area pesisir, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Arfan Natan Palumpun menyampaikan harapannya agar masyarakat di pesisir pantai maupun pengunjung lokasi wisata Pantai MAF (atau Pantai Nabire) tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia di tahun 2025, yakni ‘Menghentikan Polusi Sampah Plastik’, menjadi landasan kuat bagi kampanye DLH Nabire.

DLH Kabupaten Nabire juga mengimbau kepada masyarakat luas, termasuk toko-toko dan supermarket, untuk menghindari penggunaan plastik. "Tujuannya adalah menghentikan penggunaan plastik untuk mengakhiri polusi plastik yang hari ini menjadi ancaman dunia," tegas Arfan Natan Palumpun. Langkah-langkah pembatasan ini diharapkan dapat menciptakan Nabire yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.

Dengan kombinasi kebijakan, aksi lapangan dan pemberdayaan masyarakat, DLH Nabire menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengatasi masalah sampah plastik.

Inisiatif ini tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya bagi para perajin noken di Nabire.(sam)