NABIRE - Dengan berakhirnya tahun pelajaran 2025/2026, maka akan masuk pada awal tahun pelajaran 2026/2027 ini kembali Kepala Bidang (Kabid) SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Selpiana Magai menegaskan untuk Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) di awal tahun pelajaran 2026/2027, semua SMP/MTs harus berpedoman pada tiga sistim dan juga Dapodik.

Di mana, Kabid SMP/MTs meminta agar semua sekolah dalam penerimaan murid baru atau melaksanakan SPMB harus berpedoman pada 3 sistim, antara lain prestasi, domisili dan mutasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing, misalnya ada tiga kelas yang kosong, maka diterima sesuai kelas yang tersedia.

Untuk itu, selaku kepala bidang mengharapkan ketentuan penerimaan murid baru di awal tahun pelajaran 2026/2027 ini kapan saja dilakukan oleh masing-masing sekolah sesuai kebutuhan, namun ketentuan 3 sistim dan Dapodik harus menjadi pedoman dan perhatian bersama di semua sekolah SMP/MTs.

Kabid SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Selpiana Magai kepada Papuapos Nabire, Rabu (20/5/2026) di ruang kerjanya menambahkan, ketentuan 3 sistim dan Dapodik bukannya membatasi sekolah, namun mengatur semua sekolah kebagian murid baru yang merata di awal tahun pelajaran ini.

Sehingga diharapkan kepada kepala sekolah dan panitia SPMB awal tahun pelajaran 2026/2027 di semua sekolah SMP/MTs agar dalam melaksanakan tugas rutin awal tahun pelajaran ini dengan penuh semangat dan bertanggung jawab serta tidak keluar dari aturan maupun ketentuan yang ada di dunia pendidikan.

Karena tugas di sekolah hanya sebagai pelayan yang mengabdi kepada bangsa dan negara dalam mencerdaskan anak-anak masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire, dengan harapan jangan sampai patah semangat, tetapi teruslah berjuang untuk memajukan dunia pendidikan. “Kalau bukan guru siapa lagi yang akan menyalakan lilin Pendidikan,” terangnya.

Untuk itu, marilah terus bekerja, karena tugas yang sesungguhnya adalah dari depan memberikan contoh, dari tengah memberikan pendampingan dan dari belakang, guru memberikan dorongan tanpa membedakan suku, agama dan budaya. (des)