Spanyol Skuad Paling Teruji dan Matang Di Gelaran Ini

Catatan Bola : Rakinten Abdillah
Spanyol terus melaju dengan mulus sampai ke ujung gelaran piala dunia Fifa kali ini. Terakhir mengalahkan raksasa yang paling dijagokan di gelaran kali ini, hakni France. Ia menjadi korban keganasan sang matador. Teriakan Banteng memakan habis Ayam berkumandang di berbagai media sejak dini hari tadi.
France terbungkam lewat 2 goal yang disarangkan oleh pasukan matador dini hari ini waktu Indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa France yang selalu berhasil mencetak goal dengan lini serang mewah yang dibawa, tapi kali ini gagal menembus kekuatan pasukan matador? France selama gelaran ini memang hanya memiliki 1 kelemahan, namun ini jarang sekali berhasil dimanfaatkan lawannya. Tapi kali ini mereka bertemu dengan tim yang benar-benar memiliki kelebihan di titik kelemahan France.
Spanyol selalu memiliki lini Tengah yang sangat solid. Kali ini lini tengah spanyol dikomandoi pemenang Ballon D’or 2024 Rodri, di bawah komandonya ada Fabian Ruiz dan Dani Olmo, yang kemudian diganti oleh Pedri dan Merino di babak kedua.
Kelima gelandang ini benar-benar mampu memperlihatkan sisi kelemahan France. Memotong laju bola, mengendalikan tempo permainan, menutup rapat ruang, hingga membuat seakan lini Tengah France tak bisa bergerak kemanapun, ini membuat hampir seluruh statistic penyerang France hancur total karena suplai bola yang susah.
Mbappe yang sedang bersaing dengan Lionel Messi mengejar Top skor sekalipun tidak berhasil menciptakan 1 peluang berbahaya, atau dengan kata lain Mbappe bahkan tidak menghasilkan 1 pun shoot on target. Dan dari seluruh shoot yang dilakukan France, hanya 1 shoot on target yang tercipta, dengan rataan 0,30% total expected goal dari serangan France yang tercipta.
Lini belakang Spanyol pun bermain sama baiknya, kekuatan solid yang dikawal oleh Laporte dan Cubarsi, mengingatkan Duet Puyol dan Pique yang sangat epic di gelaran Piala Dunia Fifa 2010. Rapat, kokoh, koordinasi baik, pengawalan terhadap Mbappe yang sangat jitu, hingga permainan ruang yang dipersempit menjadi andalan lini belakang spanyol. Kunci utamanya balik lagi ke lini Tengah yang benar-benar mampu mengendalikan keseluruhan tempo permainan di lapangan.
Tiga tahun ini memang spanyol menjadi mimpi buruk France, total 3 semi-final, total 3 kekalahan diterima France. Mulai dari semi-final Euro, semi-final Nation League, dan kini semi-final Piala Dunia Fifa. Semua laga tersebut dibabat habis oleh Spanyol, meninggalkan skuad muda nan mewah France masuk kedalam mimpi buruk berkali-kali.
Spanyol kini melangkah ke final piala dunia kedua mereka. Sudah cukup kita tau bahwa jalan mereka kali ini hampir sama seperti jalan mereka terakhir kali menjuarai gelaran ini di 2010 lalu. Menjadi juara Euro, kemudian diawal gelaran sedikit diragukan, melangkah sedikit demi sedikit, menumbangkan Portugal di babak 16 besar, dan terakhir mengalahkan tim dengan skuad muda terbaik di semi-final, 2010 mengalahkan Jerman dan kali ini mengalahkan France.
Jalan ini adalah jalan yang sama yang mereka lalui 16 tahun lalu. Mereka benar-benar diuji dari segi kekuatan. Dari ketiga lawannya yang lain di semi-final, bisa dibilang memang Spanyol yang paling matang. Jalannya paling berat. Sedari awal gelaran mereka sudah bertemu tim kejutan seperti Tanjung Verde. Dilanjutkan Arab Saudi dan Uruguay, di babak gugur setelah bertemu Austria di babak 32 besar. Mereka langsung dipertemukan dengan squad mewah Portugal, setelah berhasil melewati hadangan Portugal mereka melaju mulus menantang Belgia. Dan pada akhirnya bertemu dengan France di semi-final dan kemudian saat ini melangkah mulus ke final.
Dari intensitas pertandingan yang dijalani, spanyol selalu bertemu dengan tim yang memiliki intensitas pertandingan yang berbeda-beda, mulai dari defensive Austria, kecepatan Portugal, serangan balik cepat Belgia, hingga Monster-monster lini serang France.
Semua lini permainan Spanyol benar-benar sudah diuji di gelaran ini, maka jika di final nanti juaranya adalah Spanyol maka kita tidak perlu heran, karena kematangan mereka sudah benar-benar diuji di gelaran ini sedari awal mereka melangkah.
Bagikan artikel ini



