Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Digelar di Dogiyai
NABIRE – Sosialisasi wawasan kebangsaan dari gabungan Aparat Keamanan (Apkam) TNI/Polri kepada anak-anak sekolah di SMA Negeri 2 Dogiyai digelar Kamis, (16/5/2024), sekitar pukul 10.05 WIT hingga siang, bertempat di ruangan kelas SMA yang berada di Kampung Tokapo, Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai.

NABIRE – Sosialisasi wawasan kebangsaan dari gabungan Aparat Keamanan (Apkam) TNI/Polri kepada anak-anak sekolah di SMA Negeri 2 Dogiyai digelar Kamis, (16/5/2024), sekitar pukul 10.05 WIT hingga siang, bertempat di ruangan kelas SMA yang berada di Kampung Tokapo, Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala SMA Negeri Dogiyai dengan penyampaian ucapan terimakasih kepada pihak aparat keamanan, yang telah datang dan melaksanakan kegiatan sosialisasi di sekolah.
Diharapkan pula kepada para siswa-siswi untuk mendengarkan dengan baik materi yang disampaikan agar menjadi wawasan kepada diri masing-masing siswa/i dan menambah pemahaman yang baik tentang wawasan kebangsaan.
Perwakilan dari Wasbang dipimpin Letda Yos Nugroho menyampaikan terimakasih kepada pihak sekolah dalam hal ini Kepsek SMA Negeri 2 Dogiyai beserta para guru dan juga para siswa/i yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan tersebut.
Serka Safruddin dalam materinya mengatakan, wawasan kebangsaan adalah konsep yang merujuk pada pemahaman, kesadaran dan sikap mengenai pentingnya persatuan, kesatuan dan keberagaman dalam suatu bangsa.
Konsep ini melibatkan pengetahuan tentang sejarah, budaya, nilai-nilai, dan identitas nasional yang membentuk karakter bangsa. Tujuan utama wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat solidaritas nasional dan memastikan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis.
Sedangkan, pemateri lainnya, yakni Brigpol Nathan O. Kurni, secara garis besar terkait wawasan kebangsaan dapat diartikan secara sederhana di kehidupan sehari-hari, yaitu nagara, pemerintah dan masyarakat sama seperti kehidupan keluarga.
“Jadi kalau kita sebagai anak apabila berbuat baik serta dengar-dengaran kepada orang tua, maka akan mendapatkan pembelaan, hadiah dan juga dukungan penuh dari orangtua, demikian juga sebaliknya kalau kita sebagai anak menjadi bandel/nakal, maka orang tua akan menghukum sebagaimana perbuatan kita,” ujarnya.
Begitu juga negara dan pemerintah terhadap masyarakat, apabila masyarakat menjalankan segala sesuatu berdasarkan aturan yang dibuat oleh pemerintah, maka secara pasti akan mendapatkan perhatian penuh dari negara dan pemerintah, sama juga seperti masyarakat yang melakukan pelanggaran pasti akan dihukum sesuai dengan aturan yang ada.(wan)
Bagikan artikel ini



