Sosialisasi Kegemaran Membaca Digelar di Dogiyai
DOGIYAI - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah kabupaten dogiyai, Rabu (4/12/24) menggelar sosialisasi kegemaran membaca di Aula Koteka Moge. Sosialisasi bertemakan "Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat dan Sekolah Melalui Penguatan Literasi Di Kabupaten Dogiyai."

DOGIYAI - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah kabupaten dogiyai, Rabu (4/12/24) menggelar sosialisasi kegemaran membaca di Aula Koteka Moge. Sosialisasi bertemakan "Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat dan Sekolah Melalui Penguatan Literasi Di Kabupaten Dogiyai."
Sambutan Bupati Dogiyai yang dibacakan Asisten II Selaku Plh Sekda, Natalis Agapa, SE, M.Si, menyampaikan, mengembangkan kegemaran membaca, menulis dan menghitung terutama di kalangan anak didik, yang pada gilirannya akan mampu menumbuhkan budaya membaca, menulis dan menghitung. Sehingga kita mesti mulai mensosialisasikannya sejak dini. Artinya, kita tidak cukup hanya berharap pada lembaga pendidikan, baik formal, non formal, maupun informal. Apalagi kondisi lembaga pendidikan kita masih belum banyak mendorong kegemaran membaca di kalangan anak.
Dalam konteks ini, peran keluarga menjadi sangat penting. Kedua orang tualah yang pertama-tama harus menumbuhkan kegemaran membaca pada anak-anak sejak usia balita. Kita bisa memulainya dari menyediakan buku-buku anak-anak di rumah. Sediakan pula mainan-mainan yang dapat merangsang anak untuk membaca, seperti alfabet dari kayu, huruf-huruf dari plastik, puzzle berbentuk abjad, dan sebagainya.
Di akhir sambutannya disampaikan, bagaimana kita dapat memanfaatkannya bersama-sama dengan anak-anak kita. Artinya, orang tua tidak sekadar membelikan buku dan peralatan lainnya. Tetapi bagaimana mereka sendiri harus memberikan contoh kepada anak-anak dalam hal membaca. Anak-anak yang terbiasa melihat orang tuanya atau orang dewasa di sekitar mereka membaca buku akan tertarik menirunya. Ingatlah, anak-anak paling suka meniru segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka.
Sosialisasi gemar membaca sejak dini melalui tema ini, Pemateri Obeth Magai, S.Th memaparkan program kerja unggulan yang akan diambil untuk mengatasi membaca, menulis dan menghitung (3M) Kabupaten Dogiyai di tingkat kalangan masyarakat. Pertama, memberikan pelatihan kepada 18 kelompok perpustakaan kampung yang ada, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Kedua, 15 tempat akan turukan buku-buku bacaan. Ketiga, membekap para jurnalis menulis agar bisa menulis kearifan lokal budaya yang ada. Sebab buku itu sangat penting bagi generasi muda kedepan.
“Sebanyak 15 kampung yang terbentuk perpustakaan kampung maka kami akan kunjunggi agar literasi menghitung, membaca, dan menulis bisa berjalan dengan lancar di kalangan masyarakat Kabupaten Dogiyai,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab, Kepala SD YPPK Donbosco Idakebo, Tersisa Pigome, S.Pd mengapresiasi baik program yang sudah ada.
“Maka saya masukan di dinas terkait harus siapkan kartu huruf atau kartu baca agar anak sekolah mudah menghitung,” ujarnya. (ppn)
Bagikan artikel ini



