Sopir Truk Penimbun Bandara Baru, Demo ke DPRD
NABIRE – Para sopir truk pengangkut timbunan pada proyek pembangunan Bandara Baru di Karadiri, Senin (12/4/21) kemarin, mendatangi Kan
NABIRE – Para sopir truk pengangkut timbunan pada proyek pembangunan Bandara Baru di Karadiri, Senin (12/4/21) kemarin, mendatangi Kantor DPRD Nabire.
Mereka menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat, agar mendapat solusi atas persoalan yang mereka alami.
Aspirasi mereka, meminta pihak perusahaan dimana mereka bekerja untuk bisa menaikkan ongkos angkut dari 50.000 rupiah menjadi 60.000 rupiah per ret.
Dan minta kenaikan jatah solar dari 2,5 liter menjadi 3 liter per ret.
Penyampaian aspirasi diterima anggota Dewan, Mercy Kegou, Sambena Inggeruhi, Salmon Pigai, dan sejumlah wakil rakyat lainnya.
Seusai menerima aspirasi, Sambena Inggeruhi, Salmon Pigai, Rohedi M. Cahya saat ditemui media ini di Kantor Dewan, membenarkan jika memang ada aspirasi dari para sopir truk pengangkut timnunan itu.
Dikatakan para wakil rakyat itu, terkait dengan aspirasia itu, dalam waktu dekat Komisi C yang membidangi bandara dan pelabuhan, akan turun lapangan.
“Terkait hal ini sebenarnya kami mau menyurat ke PT. Modern dan Dinas Perhubungan Nabire untuk meminta informasi terkait aspirasi yang disampaikan para sopir truk itu.
Ada tuntutan dari para supir mereka akan palang jika aspirasi mereka tidak direalisasikan.
Kami punya solusi kami akan panggil Dinas Perhubungan Nabire, PT. Modern, kita kroscek informasi antara pihak-pihak yang terkait ini untuk bicara sama-sama dan cari solusinya agar pembanguann itu tetap berjalan tanpa kendala,” tutur Salmon Pigai.
Lanjut Salmon, waktu pembangunan Bandara Baru di Karadiri itu terbatas.
Jika ada aksi pemalangan pasti akan mengganggu penyelesaian pekerjaan pembangunan bandara itu.
Hal senada juga disampaikan wakil rakyat, Sambena Inggeruhi.
Jika dimungkinkan, lusa pihakny akan turun langsung ke lapangan.
Pihaknya akan membawa data dari satu pihak ini (para sopir, red) untuk selanjutnya akan dikroscek di lapangan.
“Terkait soal tuntutan minta dinaikkan ongkos angkut dan jatah solar, karena informasi ada perusahaan sub kontraktor lain yang dia bayar 100.000 dengan jatah solar 3 liter per ret,” tuturnya.
Tutur Sambena, para sopir juga menyampaikan jika kontrak awalnya yang mereka sepakati itu jarak pengambilan material masih dekat.
Sementara sekarang tempat pengambilan material tambah jauh, sehingga hal ini yang membuat mereka keberatan.
“Ini yang dorang berpikir kita DPRD Nabire bisa fasilitasi dorang punya aspirasi.
Mudah-mudahan ada waktu dalam minggu ini untuk ditindaklanjuti.
Karena di minggu ini ada banyak agenda yang akan DPRD bahas.
Mulai dari CPNS soal akan tanya sekitar 200 nama yang mereka sepakati yang kami bikin Pansus dan mereka minta mau audiens dengan para pihak terkhusus bupati untuk mempertanyakan hal ini.
Hari ini ada dua aksi sopir truk, terus ada mama-mama terkait afirmasi.
Sehngga persoalan ini kami akan berupaya selesaikan dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Perwakilan sopir truk, Gabriel Maturbong, seusai aksi saat diwawancarai wartatan mengatakan, para sopir di Bandara Karadiri bekerja dengan upah 50.000 per ret dengan tambahan solar 2,5 liter.
Namun belakangan ini pihaknya merasa dirugikan terutama terkait masalah jatah solar dan kerusakan mobil.
“Karena medan jalan dari pengambilan tanah ke tempat penimbunan bandara sangat jelek.
Banyak mobil bambunya patah sampai roda terlepas.
Ini yang kita merasa sangat dirugikan, makanya kita minta ke perusahaan PT. Modern untuk menaikan upah menjadi 60.000 dan solar naik jadi 3 liter.
Tapi dari pihak persuahaan belum ada tanggapan, makanya kita buat aksi ke DPRD Nabire untuk sampaikan aspirasi kami,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, persoalan ini sudah dialami sekitar 2 bulan.
Dan ketika sudah merasa rugi sekali, akhirnya istirahat kerja dan meminta mediasi dengan perusahaan soal aspirasi itu.
“Ini pernah dibicarkaan diawal, tapi di dalam perjalanan ini kami merasa dirugikan makanya kami istirahat dulu sampai ada tindak lanjut dari pihak perusahaan terkait harga dinaikan atau tidak.
Sopir truk sekitar 150 unit, terhitung sejak Selasa minggu kemarin kita sudah off untuk sementara.
Untuk kerusakan bamboo saja kalau mau ganti harganya 3 jutaan, sementara hasil kerja kami untuk satu minggu sekitar 3,7 juta.
Sedangkan kerusakan mobil butuh biaya banyak dan belum makan minum kami.
Harapan kami agar DPRD segera menindaklanjuti masalah ini agar kita cepat kembali bekerja,” harapnya. (ros)
Bagikan artikel ini



